markettrack.id – Vidio kembali menggebrak dunia hiburan Indonesia dengan meluncurkan original series terbarunya, Roman Dendam.

    Tayangan ini siap menyuguhkan kombinasi memukau antara ketegangan laga yang intens dan sentuhan romansa yang menggetarkan hati.

    Diproduksi oleh Screenplay Films, series 8 episode ini menjadi pionir dalam genre action-romance di platform Vidio, menjanjikan pengalaman menonton yang belum pernah ada sebelumnya.

    Proyek ambisius ini diarahkan oleh duet sutradara Tommy Dewo dan Ceppy Gober. Menariknya, Roman Dendam juga menjadi ajang kembalinya Abimana Aryasatya ke genre aksi setelah sukses memerankan Alex di Vidio Original Series Serigala Terakhir.

    Tidak hanya itu, Tatjana Saphira untuk pertama kalinya ditantang dalam peran laga yang menuntut emosi dan fisik yang kuat, menandai sebuah babak baru dalam perjalanan karier aktingnya.

    Alur Cerita Mendalam: Dendam yang Bersemi Menjadi Cinta

    Kisah Roman Dendam berpusat pada Tiana (Tatjana Saphira), seorang wanita yang hidupnya hancur setelah kedua orang tuanya dibunuh secara brutal di malam ulang tahunnya.

    Berbekal rekaman CCTV yang buram, Tiana bertekad membalas dendam pada Barli (Abimana Aryasatya), pria misterius yang diyakininya sebagai pelaku.

    Barli kini menjalani hidup sederhana sebagai tukang cukur di sebuah barbershop milik Kang Cecep, berusaha melepaskan diri dari masa lalu kelamnya sebagai mantan pembunuh bayaran.

    Tanpa Tiana ketahui, Barli adalah sosok yang berusaha menebus dosa-dosanya. Ketika Tiana muncul menuntut balas, Barli tak dapat lagi lari dari masa lalunya dan perlahan memutuskan untuk membantu Tiana mencari kebenaran.

    Keputusan ini justru menyeret Barli kembali ke dunia gelap yang pernah ia tinggalkan, mengungkap lingkaran kriminal yang jauh lebih besar dan melibatkan karakter-karakter kunci lainnya, termasuk Rei (Faradina Mufti), sesama pembunuh bayaran yang pernah satu kelompok dengannya.

    Perjalanan Tiana dan Barli dipenuhi dengan lika-liku dan fakta mengejutkan yang terus terkuak. Namun, di tengah kekacauan dan perselisihan yang intens, benih-benih perasaan tak terduga mulai tumbuh di antara mereka.

    Dua jiwa yang terluka, tersesat di antara api dendam dan kasih sayang, dipertemukan oleh takdir yang kejam sekaligus indah. Siapa sangka, Tiana akan jatuh cinta pada pria yang diyakininya sebagai pembunuh orang tuanya sendiri.

    Transformasi Karakter: Abimana yang Sunyi, Tatjana yang Tangguh

    Abimana Aryasatya kembali membuktikan kedalaman aktingnya melalui karakter Barli. Berbeda jauh dari Alex yang penuh amarah, Barli adalah sosok yang lebih kompleks, sunyi, dan menyimpan luka mendalam akibat kehilangan. Ia bergulat dengan rasa bersalah serta dorongan kuat untuk menebus dosa masa lalunya.

    “Alex dan Barli itu karakter yang sangat berbeda. Alex menyelesaikan semua dengan kemarahan, sementara Barli justru menahan semuanya dalam diam, sampai akhirnya emosinya meledak ketika bertemu Tiana,” jelas Abimana.

    Dalam Roman Dendam, Barli tidak hanya menampilkan aksi tangan kosong yang brutal, tetapi juga mahir menggunakan celurit, memberikan nuansa baru dalam genre action series lokal.

    Di sisi lain, Tatjana Saphira mengejutkan penonton dengan debutnya di genre laga. Meninggalkan citra peran yang lebih tenang, Tatjana bertransformasi menjadi Tiana, seorang perempuan tangguh baik secara fisik maupun emosional. Demi meyakinkan perannya, Tatjana menjalani persiapan fisik yang ketat.

    “Saya harus menambah massa otot, membangun stamina, dan fokus sepenuhnya pada persiapan fisik. Rutinitas saya benar-benar berubah total,” ungkap Tatjana.

    Ia mempelajari berbagai teknik bela diri seperti push kick, hook, uppercut, hingga pukulan siku, yang merupakan hal baru baginya. Transformasi fisik dan mental inilah yang membuat perannya sebagai Tiana begitu autentik dan menggugah.

    Roman Dendam bukan sekadar cerita balas dendam biasa. Ini adalah perjalanan emosional yang mendalam, diwarnai dengan adu fisik yang menegangkan, pilihan moral yang rumit, dan benih cinta yang tak seharusnya tumbuh namun justru menjadi kekuatan.

    Dukungan akting dari deretan aktor berkarakter seperti Kiki Narendra, Agus Kuncoro, dan Agni Pratistha semakin memperkuat kisah ini.

    Sentuhan komedi dari aktor Ence Bagus dan Bebeto Leutualy juga menjadi penawar di tengah ketegangan. Series ini juga menjadi reuni antara Abimana Aryasatya dan Tommy Dewo setelah kesuksesan Serigala Terakhir, serta kolaborasi penyutradaraan antara Tommy Dewo dan Ceppy Gober.

    Kombinasi penyutradaraan cermat, alur emosional, koreografi laga realistis, dan chemistry antar pemain menjadikan Roman Dendam sebagai tayangan wajib tonton tahun ini.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply