Vietjet Air percepat pertumbuhan bisnisnya dengan memperoleh dua pencapaian penting, yaitu menandatangani sebuah kesepakatan strategis dengan CFM International untuk pengadaan lebih dari 400 mesin LEAP-1B dan menerima kedatangan pesawat Airbus A321neo terbaru.

    Upaya ini menunjukkan komitmen Vietjet dalam memperbarui armadanya dengan teknologi mutakhir guna meningkatkan kinerja dan efisiensi bahan bakar.

    Vietjet perkuat kemitraan dengan CFM dalam kesepakatan LEAP-1B

    Kemitraan yang terjalin antara Vietjet dan CFM International, sebuah perusahaan gabungan antara Safran Aircraft Engines dan GE Aerospace, semakin memperkuat komitmen Vietjet untuk mendatangkan lebih dari 400 mesin LEAP-1B beserta layanan teknis mesin yang komprehensif. Dengan nilai sekitar US$8 miliar (sekitar Rp125 triliun), kesepakatan ini akan memperkuat armada pesawat berbadan sempit milik Vietjet, serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan operasionalnya.

    Kesepakatan ini diresmikan pada upacara penandatanganan di Istana Élysée pada 7 Oktober, disaksikan oleh Presiden Vietnam To Lam dan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan menandai tonggak penting dalam strategi ekspansi maskapai Vietjet.

    Mesin-mesin ini merupakan bagian dari dua kesepakatan pemesanan yang telah diumumkan sebelumnya pada tahun 2016 dan 2018, dan mencakup pengiriman pesawat yang dijadwalkan akan dimulai pada tahun 2025.

    Dengan menawarkan standar efisiensi yang tinggi, mesin CFM LEAP mampu mengurangi penggunaan bahan bakar dan emisi CO₂ sebesar 15 hingga 20 persen dibandingkan dengan model sebelumnya.

    Tidak hanya itu, mesin-mesin ini memiliki tingkat kebisingan yang sangat rendah, sehingga mendukung Vietjet untuk mewujudkan armada penerbangan yang lebih tenang dan ramah lingkungan.

    Gaël Méheust, Presiden dan CEO CFM International, mengatakan, “Selama lebih dari satu dekade, kami telah bekerja sama dengan Vietjet Air untuk memperkenalkan program dukungan dalam hal manajemen teknis, pelatihan, dan peningkatan efisiensi bahan bakar untuk armada CFM56.”

    Ia menambahkan, “Kami berharap dapat memperluas praktik ini untuk mencakup mesin LEAP-1B terbaru. Kami merasa sangat terhormat atas tingkat kepercayaan yang tinggi yang ditunjukkan Vietjet terhadap CFM, dan kami menyambut baik kesempatan ini untuk semakin memperkuat hubungan khusus kami baik di tahun ini maupun di masa mendatang.”

    CEO Vietjet Dr. Nguyen Thi Phuong Thao menambahkan, “Kami sangat menghargai dan merasa terhormat atas kemitraan strategis yang terjalin. Produsen mesin terkemuka dunia, seperti Safran dan CFM, telah bekerja sama dengan Vietjet untuk menghadirkan pengalaman perjalanan udara yang terjangkau bagi jutaan orang, serta mendorong pertumbuhan pasar penerbangan Asia-Pasifik yang dinamis, termasuk juga Vietnam.”

    “Perjanjian yang membawakan mesin hemat bahan bakar ini semakin memperkuat komitmen kami terhadap keberlanjutan. Dengan demikian, penumpang kami akan dapat menikmati penerbangan yang lebih efisien dan ramah lingkungan,” lanjutnya

    Sebagai mitra strategis jangka panjang, kolaborasi Vietjet dengan Safran/CFM tidak hanya mencakup pengadaan mesin, tetapi juga meliputi penyediaan kursi pesawat, interior kabin, dan pelatihan manajemen mesin.

    Kemitraan ini juga membuka peluang untuk membangun fasilitas perawatan berteknologi tinggi dan pusat pelatihan di Vietnam guna memperkuat perannya sebagai pusat penerbangan regional.

    Vietjet sambut Airbus A321neo

    Pada tanggal 7 Oktober, Vietjet menyambut kedatangan pesawat Airbus A321neo terbaru di Bandara Orly, Paris, dalam sebuah upacara khusus yang dihadiri oleh pejabat senior dari Vietnam dan Prancis.

    Penambahan pesawat ini menjadi bagian penting dari upaya ekspansi yang tengah dilakukan oleh Vietjet untuk meningkatkan kapasitas dan mempromosikan keberlanjutan melalui teknologi hemat bahan bakar.

    Akuisisi ini sejalan dengan komitmen Vietjet untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus menawarkan pengalaman perjalanan udara yang modern dan efisien.

    CEO Vietjet Dr. Nguyen Thi Phuong Thao mengemukakan, “Pesawat Vietjet yang menampilkan simbol 50 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Vietnam dan Prancis menandai tonggak sejarah penting dalam pengembangan kerja sama di bidang ekonomi, budaya, dan perdagangan antara kedua negara, serta menyebarkan nilai-nilai bersama di kalangan masyarakat dan komunitas internasional.”

    “Kami sangat bangga bahwa kolaborasi antara Vietjet dan mitra Prancis telah memberikan hasil positif dan membangun fondasi yang kokoh untuk kemitraan strategis antara Vietnam dan Prancis. Acara hari ini juga sangat berarti bagi kami karena merupakan perayaan atas keberhasilan KTT Francophonie ke-19, yang dihadiri oleh pemimpin dari hampir 100 negara anggota,” lanjutnya

    Dalam acara tersebut, Benoît de Saint-Exupéry, Wakil Presiden Eksekutif Penjualan Airbus untuk Bisnis Pesawat Komersial, mengatakan, “Acara hari ini kembali mencetak sejarah penting dalam kemitraan jangka panjang antara Airbus dan Vietjet, serta industri penerbangan Vietnam.”

    Pengiriman pesawat A321neo terbaru ini merupakan langkah signifikan dalam ekspansi ambisius armada Vietjet, ditambah dengan pesanan 20 pesawat A330neo yang baru saja diterima di Farnborough Airshow.

    “Kami merasa bangga dan berharap dapat melanjutkan kolaborasi serta meraih kesuksesan bersama Vietjet di tahun-tahun mendatang,” sebut Benoît lagi.

    Airbus A321neo, yang dirancang dengan mengutamakan efisiensi bahan bakar, mampu mengurangi tingkat kebisingan hingga 50% dan memungkinkan penghematan bahan bakar lebih dari 20%, sekaligus menurunkan kadar emisi CO₂ secara signifikan dibandingkan pesawat berlorong tunggal generasi sebelumnya. 

    Inovasi ini sejalan dengan komitmen Vietjet terhadap keberlanjutan. Dengan lebih dari 100 pesawat dalam armadanya, Vietjet terus memperluas jaringan rute internasionalnya untuk mencakup lebih banyak lagi destinasi di wilayah Asia dan sekitarnya, serta berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan transfer teknologi di Vietnam. Hingga saat ini, maskapai ini telah memesan sebanyak 206 pesawat dari Airbus.

    Menyusul pengiriman pesawat baru ini, Airbus akan terus memasok pesawat tambahan untuk Vietjet hingga akhir 2024 untuk mendukung perluasan jaringan penerbangan ambisius maskapai ini.

    Baru-baru ini, Vietjet mengumumkan peluncuran sejumlah rute baru serta meningkatkan frekuensi penerbangan ke berbagai destinasi populer di Asia, termasuk Bali, Kuala Lumpur, Tainan, Nagoya, Hiroshima, Busan, Daegu, Siem Reap, dan Vientiane.

    Saat ini, Vietjet menawarkan empat rute penerbangan antara Vietnam dan Indonesia yang menghubungkan Jakarta dan Bali dengan Hanoi dan Ho Chi Minh City.

    Langkah ekspansi armada ini, yang juga didukung oleh jajaran kru maskapai yang profesional dan berdedikasi, bertujuan untuk memenuhi permintaan wisatawan yang terus meningkat dan memberikan pengalaman terbang yang luar biasa.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply