markettrack.id – Industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) terus beradaptasi dengan dinamika pasar. Di tengah perubahan ini, PT Sariguna Primatirta Tbk, produsen Cleo, menunjukkan ketahanan luar biasa. Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan penjualan signifikan.
Cleo meraih penjualan sebesar Rp1,37 triliun pada kuartal II 2025. Angka ini menandakan peningkatan 5,4% secara tahunan (YoY). Laba bersih mencapai Rp206,6 miliar, membuktikan performa bisnis yang kokoh.
Meski pasar AMDK mengalami normalisasi pertumbuhan, Cleo menjaga momentum positifnya. Strategi penjualan tepat sasaran dan efisiensi distribusi menjadi kunci. Cleo mampu memenuhi permintaan produk berkualitas tinggi.
Permintaan akan produk air minum berkualitas tetap tinggi. Cleo merespons dengan menjaga ketersediaan produk dan kualitasnya. Penguatan merek di berbagai kanal distribusi juga menjadi prioritas.
Melisa Patricia, CEO Cleo, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan konsumen dan investor. Cleo berkomitmen untuk terus bertumbuh secara adaptif, inovatif, dan bertanggung jawab. Keberlanjutan menjadi bagian integral dari strategi bisnis perusahaan.
Pada paruh pertama tahun ini, Cleo aktif berinovasi dan diversifikasi produk. Ini dilakukan untuk menjangkau konsumen lebih luas dan menciptakan nilai tambah. Langkah ini selaras dengan upaya memperkuat daya saing.
Penguatan infrastruktur distribusi juga menjadi fokus utama. Cleo memperluas jangkauan ke wilayah dengan potensi permintaan tinggi. Tujuannya adalah meningkatkan penetrasi pasar dan kehadiran merek nasional.
Perusahaan terus mengoptimalkan biaya dan memanfaatkan teknologi. Ini untuk memastikan efektivitas dan efisiensi produksi serta distribusi. Pendekatan ini diharapkan mendorong keberlanjutan kinerja jangka panjang.
Di tengah pertumbuhan pasar yang moderat, Cleo menyadari tantangan mempertahankan pangsa pasar. Perusahaan memperkuat layanan pelanggan dan meningkatkan eksposur pabrik di lokasi strategis. Kualitas dan ketersediaan produk terjaga konsisten di berbagai kanal distribusi.
Hingga kini, Cleo memiliki 32 pabrik, dan tiga pabrik sedang dalam pembangunan. Lokasi pabrik baru tersebut adalah Palu, Pontianak, dan Pekanbaru. Penambahan ini akan menjadikan total pabrik Cleo menjadi 35.
Cleo melihat fase ini sebagai peluang untuk memperkuat posisinya. Perusahaan bersiap menghadapi akselerasi saat siklus pertumbuhan industri kembali menguat.
Dengan struktur biaya efisien, strategi pertumbuhan terarah, dan kepercayaan konsumen, Cleo yakin dapat menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang mendatang.
SF-Admin

