markettrack.id – Pasar pariwisata internasional kini menjadi medan persaingan sengit bagi destinasi di Asia Tenggara yang ingin menarik perhatian pelancong jarak jauh.
Sarawak mengambil langkah proaktif dengan menyasar langsung para pelaku industri di wilayah Oceania guna memperkuat posisi tawar mereka.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari persiapan besar menyambut kampanye nasional Visit Malaysia Year 2026.
Kunjungan ke enam kota besar di Australia dan New Zealand menandai ambisi besar Sarawak dalam mendiversifikasi portofolio kunjungan mancanegara.
Fokus utamanya adalah menjalin relasi tatap muka dengan para pengambil keputusan yang merancang paket perjalanan wisata.
Melalui pendekatan ini, Sarawak optimis mampu mengonversi minat wisatawan menjadi kunjungan nyata yang berkelanjutan.
Kehadiran fisik di lapangan dianggap sangat krusial untuk membangun kepercayaan para agen perjalanan terhadap kualitas destinasi.
Kerja sama yang erat dengan mitra dagang di luar negeri akan memastikan cerita mengenai keunikan Sarawak tersampaikan secara akurat. Hal ini menjadi fondasi kuat dalam mencapai target kunjungan yang lebih tinggi pada masa mendatang.
Roadshow khusus bisnis ini berlangsung sejak 27 Januari hingga 5 Februari dengan mengunjungi Auckland, Wellington, dan Christchurch di Selandia Baru.
Perjalanan kemudian berlanjut ke pusat ekonomi Australia yaitu Sydney, Melbourne, serta Perth untuk menemui para pelaku industri lokal.
Sarawak kini menempati posisi yang semakin penting bagi pasar Australia setelah berhasil masuk dalam daftar sepuluh besar pasar sumber utama pada tahun 2025.
Pertumbuhan ini terlihat sangat positif dengan catatan kenaikan kunjungan sebesar 9,3% dibandingkan masa sebelum pandemi hingga akhir tahun 2025.
Chief Executive Officer Sarawak Tourism Board, Sharzede Datu Haji Salleh Askor, menyatakan bahwa kesadaran akan destinasi saja tidaklah cukup untuk pasar jarak jauh.
Sharzede menegaskan bahwa kepercayaan yang lahir dari interaksi langsung dengan pelaku perdagangan adalah kunci utama pendorong konversi pemesanan.
Komitmen ini ditunjukkan melalui penyediaan pengalaman perjalanan yang dikurasi dengan baik serta mengedepankan prinsip pariwisata bertanggung jawab.
Selain itu, koordinasi ditingkatkan melalui pertemuan strategis dengan kantor Tourism Malaysia di Sydney serta Komisi Tinggi Malaysia di Wellington.
Upaya ini bertujuan menjadikan Sarawak sebagai bagian dari paket wisata multi-kota yang terhubung melalui pintu masuk seperti Jakarta, Kuala Lumpur, Singapura, dan Bandar Seri Begawan.
Pola perjalanan seperti ini diharapkan mampu meningkatkan durasi tinggal wisatawan dan memberikan hasil ekonomi yang lebih tinggi bagi daerah.
Sebagai tindak lanjut, berbagai inisiatif seperti kampanye dagang, pelatihan agen perjalanan, hingga kegiatan pengenalan media akan segera dilaksanakan.
Seluruh rangkaian kegiatan ini dipersiapkan untuk memastikan Sarawak tetap kompetitif di tengah lanskap pariwisata dunia yang terus berubah.
SF-Admin


