markettrack.id – PT Itsec Asia Tbk (Itsec Asia/Perseroan) menyampaikan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang menegaskan komitmen Perseroan dalam memperkuat tata kelola perusahaan serta kesiapan organisasi untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya.

    Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan termasuk pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih Perseroan serta pelaporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) dan Waran Seri I.

    Terkait kinerja keuangan, Perseroan mencatat laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp68,35 miIar. Atas perolehan tersebut, pemegang saham menyetujui pembentukan cadangan wajib sebesar Rp100 juta sesuai ketentuan yang berlaku, sementara sisanya akan dibukukan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha ke depan.

    Sejalan dengan keputusan tersebut, Perseroan memutuskan untuk tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025.

    Langkah ini mencerminkan fokus Perseroan dalam menjaga disiplin finansial sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang.

    Lebih lanjut, seluruh dana hasil IPO sebesar Rp92,18 miIar dilaporkan telah direalisasikan sepenuhnya hingga tahun buku 2025 sesuai rencana penggunaan dana yang telah disampaikan kepada regulator.

    Sementara itu, dana hasil konversi Waran Seri I yang telah terealisasi mencapai Rp90,75 miIar, dengan sisa dana sebesar Rp14,83 miIar yang akan terus digunakan untuk mendukung pengembangan bisnis pada fase pertumbuhan berikutnya.

    Di tengah percepatan transformasi digital nasional, Itsec Asia melihat peningkatan kebutuhan keamanan siber yang signifikan di sektor pemerintahan, jasa keuangan, infrastruktur kritikal dan enterprise.

    Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Itsec Asia terus memperkuat kapabilitas pada area cyber resilience, managed security services, serta pengembangan solusi keamanan berbasis teknologi yang adaptif terhadap perkembangan ancaman digital dan AI.

    Sebagai bagian dari penguatan struktur organisasi, pemegang saham menyetujui pengangkatan Yulius C. Rusli dan Viko Setiyawan sebagai Direktur Perseroan yang baru.

    Pengangkatan ini dilakukan untuk memperkuat kapasitas eksekusi bisnis, pengembangan strategis, serta kesiapan organisasi dalam menjawab kebutuhan pasar keamanan siber yang terus berkembang.

    Di sisi lain, RUPST juga menerima pengunduran diri Bambang Susilo dari jabatannya sebagai Direktur Perseroan.

    Meski demikian, beliau akan tetap berkontribusi melalui peran strategis sebagai pimpinan unit bisnis Governance, Risk and Compliance (GRC) sejalan dengan meningkatnya kebutuhan tata kelola dan manajemen risiko.

    President Director Itsec Asia, Patrick Dannacher, menyampaikan bahwa penguatan struktur kepemimpinan ini merupakan langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan Perseroan sekaligus menjawab dinamika industri yang semakin kompleks.

    Menurutnya, industri keamanan siber kini memasuki fase yang semakin strategis bagi keberlanjutan bisnis dan ketahanan nasional sehingga membutuhkan kepemimpinan yang tepat.

    Melalui penguatan ini, Itsec Asia melihat momentum besar di Indonesia dan siap mengambil peran yang lebih signifikan dalam membangun ekosistem keamanan digital yang tangguh.

    Direktur baru Yulius C. Rusli menambahkan bahwa keamanan siber saat ini sudah menjadi kebutuhan strategis bagi banyak organisasi sehingga ada peluang besar untuk terus memperkuat kapabilitas Perseroan.

    Menutup pernyataan tersebut, Direktur Viko Setiyawan meyakini fondasi yang dimiliki Itsec Asia hari ini memberikan ruang yang sangat kuat untuk bertumbuh dengan tetap agile menjawab ancaman digital.

    Dengan fondasi tata kelola yang semakin kuat dan pemanfaatan modal yang disiplin, Itsec Asia optimistis dapat mempercepat pertumbuhan secara berkelanjutan di Indonesia.

    Struktur Organisasi Terbaru PT Itsec Asia Tbk

    Dewan Komisaris

    Presiden Komisaris: Richardus Eko Indrajit

    Komisaris: Andri Hutama Putra

    Komisaris Independen: Agustinus Nicholas L. Tobing

    Direksi

    Presiden Direktur: Patrick Rudolf Dannacher

    Wakil Presiden Direktur: Marek Bialoglowy

    Direktur: Eko Prasudi Widianto

    Direktur: Doni Mora

    Direktur: Yulius C. Rusli

    Direktur: Viko Setiyawan

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply