markettrack.id – Lakuemas terus mendorong masyarakat untuk membangun kebiasaan menjaga nilai aset jangka panjang di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,25%.

    Di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar dan tekanan ekonomi global, Lakuemas melihat emas masih menjadi salah satu instrumen yang banyak dilirik masyarakat karena dinilai memiliki karakter sebagai safe haven asset atau aset pelindung nilai.

    Tren ini juga tercermin dari meningkatnya minat generasi muda terhadap investasi emas digital. Faktanya, di tengah ketidakpastian ekonomi sejak awal 2026 hingga saat ini, pertumbuhan pengguna gen Z dan milenial pada aplikasi Lakuemas justru terus mengalami peningkatan.

    Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda kini semakin sadar akan pentingnya memiliki instrumen investasi yang fleksibel, mudah diakses, dan dapat membantu menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

    Keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 50 poin dilakukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mengantisipasi tekanan inflasi.

    Langkah ini sekaligus mengakhiri periode penahanan suku bunga selama delapan bulan terakhir di tengah tekanan eksternal terhadap perekonomian domestik.

    Dampak kenaikan suku bunga diperkirakan akan segera dirasakan masyarakat, terutama pada kredit dengan skema floating rate seperti Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan pinjaman konsumtif lainnya.

    Di tengah kondisi tersebut, masyarakat cenderung menjadi lebih berhati-hati dalam mengatur keuangan. Fokus masyarakat kini tidak hanya tertuju pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga pada upaya menjaga nilai aset dalam jangka panjang.

    Dalam situasi seperti ini, emas kembali menjadi salah satu instrumen yang banyak dilirik karena dinilai memiliki karakter yang relatif stabil dibandingkan instrumen berbasis bunga.

    Berdasarkan data World Gold Council (WGC), emas dalam denominasi rupiah menjadi salah satu aset dengan performa terbaik dalam beberapa periode terakhir.

    Emas tercatat memberikan return sekitar 32% sepanjang 2024 dan masih mencatat pertumbuhan dua digit pada 2025.

    Bahkan ketika pasar saham mengalami tekanan, emas dalam rupiah tetap menunjukkan penguatan sekitar 14% pada periode gejolak pasar.

    Kondisi ini memperkuat posisi emas sebagai safe haven asset atau aset pelindung nilai yang kerap dipilih masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi dan tekanan inflasi.

    Dalam era suku bunga tinggi yang berpotensi mempengaruhi daya beli masyarakat situasi tersebut, emas kembali menjadi salah satu aset yang banyak diperhatikan karena dikenal sebagai instrumen safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi.

    Selain dianggap mampu menjaga nilai aset dalam jangka panjang, akses investasi emas kini juga semakin mudah melalui layanan digital yang memungkinkan masyarakat mulai berinvestasi secara fleksibel sesuai kemampuan finansial masing-masing.

    Brand Manager Lakuemas, Esther Napitupulu, mengatakan bahwa kondisi ekonomi yang dinamis membuat masyarakat semakin menyadari pentingnya memiliki aset yang dapat membantu menjaga nilai kekayaan dalam jangka panjang.

    “Di tengah perubahan kondisi ekonomi dan kenaikan suku bunga, masyarakat kini semakin memperhatikan pentingnya diversifikasi aset dan perencanaan finansial jangka panjang. Emas masih menjadi salah satu instrumen yang relevan karena memiliki karakter sebagai safe haven asset. Melalui Lakuemas, kami ingin membuat investasi emas menjadi lebih mudah diakses, fleksibel, dan dapat dimulai secara bertahap sesuai kemampuan finansial masyarakat,” ujarnya.

    Melalui kemudahan akses digital, Lakuemas terus berkomitmen mendukung masyarakat dalam membangun kebiasaan investasi yang lebih praktis dan adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi.

    Dalam situasi pasar yang berubah cepat, strategi finansial saat ini bukan sekadar menghindari risiko, tetapi juga memiliki aset yang dapat membantu menjaga stabilitas nilai kekayaan dalam jangka panjang.

    Sebagai platform investasi emas digital, Lakuemas menghadirkan akses yang mudah, aman, dan transparan bagi masyarakat Indonesia.

    Setiap transaksi didukung oleh kepemilikan emas fisik dengan rasio 1:1, sehingga memberikan rasa aman sekaligus kepastian nilai bagi investor.

    Dengan sistem yang fleksibel, masyarakat dapat mulai berinvestasi secara bertahap sesuai kemampuan finansial masing-masing.

    Melalui pendekatan ini, Lakuemas ingin membantu masyarakat tidak hanya memahami pentingnya investasi emas, tetapi juga membangun strategi yang lebih cerdas dan terarah.

    Di tengah dinamika global yang terus berubah, memiliki aset yang stabil seperti emas menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan finansial dan merencanakan masa depan dengan lebih percaya diri.

    Keunggulan Lakuemas Sebagai Solusi Keuangan

    Sebagai bagian dari ekosistem Central Mega Kencana (CMK), grup perhiasan ternama di Indonesia yang menaungi merek Mondial, Frank & co., dan The Palace Jeweler, Lakuemas menghadirkan layanan jual, buyback, dan gadai emas yang aman dan terpercaya, baik secara online maupun offline.

    Didukung oleh sertifikasi dari Bappebti, Lakuemas terus berinovasi untuk memberikan kemudahan, keamanan, dan nilai terbaik bagi masyarakat dalam setiap transaksi emas.

    Setiap proses dilakukan secara transparan, dengan penilaian yang adil dan pelayanan yang cepat. Karena berada dalam ekosistem Central Mega Kencana, seluruh transaksi di butik dijamin keaslian, keamanan, dan kredibilitasnya.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply