markettrack.id – ST Telemedia Global Data Centres (STT GDC) mengumumkan perluasan signifikan kampus pusat data yang dinamakan STT Jakarta Campus. Langkah ini ditandai dengan mulai beroperasinya STT Jakarta 2, penyelesaian struktur utama STT Jakarta 3, serta peletakan batu pertama STT Jakarta 5 dan STT Jakarta 6.
Secara bersamaan, tonggak pencapaian ini memperkuat rencana pengembangan jangka panjang kapasitas IT berkelanjutan yang siap mendukung AI dengan total lebih dari 360 MW di Indonesia. Hal ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan komputasi awan, AI, dan infrastruktur digital yang terus meningkat.
Di sisi lain, Indonesia terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pasar digital dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya adopsi komputasi awan, pesatnya perkembangan AI, serta meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur digital yang dikelola di dalam negeri.
Oleh karena itu, ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai USD 130 miliar pada 2026, dengan AI diposisikan sebagai salah satu pendorong utama pertumbuhan. Perkembangan ini mendorong kebutuhan akan infrastruktur digital berperforma tinggi yang mampu menghadirkan skalabilitas dan keandalan.
Dengan memperluas infrastruktur berstandar hyperscale di wilayah Jabodetabek, STT GDC membantu memenuhi kebutuhan infrastruktur digital berperforma tinggi tersebut. Fasilitas ini memungkinkan layanan AI dan berbagai aplikasi digital lainnya berada lebih dekat dengan pengguna, pelaku usaha, dan regulator.
Selain itu, ekspansi kampus yang dilakukan secara bertahap ini mencerminkan investasi jangka panjang STT GDC yang berkelanjutan dalam pengembangan infrastruktur digital Indonesia. Langkah strategis ini sekaligus menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap prospek pertumbuhan Indonesia sebagai pasar layanan komputasi awan, AI, dan transformasi digital perusahaan.
Terkait hal tersebut, Direktur Promosi Investasi Asia Tenggara, Australia, Selandia Baru dan Pasifik, Kementerian Investasi dan Hilirisasi Republik Indonesia/BKPM, Saribua Siahaan menyatakan bahwa potensi pengembangan pusat data di Indonesia begitu signifikan. Menurut Saribua Siahaan, pertumbuhan pengguna internet, e-commerce, adopsi layanan berbasis cloud, serta perkembangan AI merupakan faktor kunci peningkatan permintaan tersebut.
Lebih lanjut, dukungan pemerintah yang kuat melalui regulasi maupun insentif bagi investor kian meningkatkan nilai Indonesia bagi investor domestik maupun mancanegara. Melalui perkembangan ini, Kementerian Investasi mendukung komitmen STT GDC serta kontribusinya terhadap pertumbuhan infrastruktur ekonomi digital Indonesia.
Di samping itu, upaya-upaya yang dilaksanakan untuk memperkuat ketahanan energi dan bertransisi menciptakan peluang baru untuk pengembangan pusat data yang berkelanjutan. Atas dasar semua faktor ini, Indonesia memiliki potensi untuk menjadi salah satu titik pusat data yang strategis di kawasan Asia Pasifik.
Menanggapi ekspansi ini, Duta Besar Singapura untuk Indonesia, Kwok Fook Seng menambahkan bahwa investasi jangka panjang STT GDC mencerminkan kuatnya kemitraan antara Singapura dan Indonesia. Kerja sama erat ini khususnya ditujukan dalam memajukan ekonomi digital di kawasan ASEAN.
Kwok Fook Seng juga menilai pusat data menjadi pondasi penting bagi ekonomi digital yang memungkinkan aktivitas ekonomi berlangsung tanpa batasan lokasi. Ditambahkan pula bahwa fokus STT GDC pada keberlanjutan dalam investasinya di Indonesia menunjukkan besarnya potensi ekonomi hijau.
Melalui penerapan praktik terbaik global termasuk penggunaan energi terbarukan pada 80% operasional dunia, STT GDC turut mendukung terwujudnya ekonomi yang lebih berkelanjutan. Langkah ini berjalan beriringan seiring Indonesia dan Singapura terus meningkatkan nilai tambah dalam rantai nilai global.
Hubungan timbal balik ini juga diharapkan dapat menarik penyedia layanan komputasi awan global, perusahaan AI, dan berbagai platform digital internasional. Kampus STT Jakarta diproyeksikan mampu mendorong terciptanya layanan baru bagi dunia usaha serta mendukung terciptanya lapangan kerja berketerampilan tinggi.
Sebab, dampak ekonomi dari pembangunan pusat data tidak hanya berasal dari investasi konstruksi pada tahap awal saja. Operasional yang berkelanjutan dan aktivitas para mitra diharapkan dapat terus menciptakan nilai ekonomi serta mendukung aktivitas ekonomi jangka panjang.
Mengenai kesiapan fasilitas, President and Group Chief Executive Officer STT GDC, Bruno Lopez mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar infrastruktur digital terpenting di Asia Tenggara. Bruno Lopez menegaskan ekspansi ini mencerminkan keyakinan terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang serta komitmen menghadirkan skala dan keandalan yang dibutuhkan Indonesia.
Saat ini, STT Jakarta 2 telah mulai beroperasi dengan kapasitas beban IT sebesar 24 MW. Setelah rampung, STT Jakarta 3 akan memperluas kapasitas kampus, sementara STT Jakarta 5 dan STT Jakarta 6 dirancang dengan kapasitas masing-masing sebesar 40 MW beban IT.
Setelah seluruh pengembangan selesai, kampus ini akan berkontribusi terhadap ambisi Indonesia dalam memperkuat infrastruktur digital nasional. Dengan kapasitas pusat data Indonesia yang diproyeksikan mencapai sekitar 2,7 GW pada tahun 2030, skala dan kecepatan pembangunan menjadi faktor penting.
Guna menjamin kelancaran operasional, ekspansi ini didukung oleh gardu induk tegangan tinggi yang berada di dalam area kampus. Fasilitas tersebut merupakan gardu induk pertama untuk kampus pusat data di Indonesia yang telah dialiri listrik.
Kehadiran gardu induk ini meningkatkan keandalan pasokan listrik dan memperpendek jalur distribusi daya menuju sistem IT. Melalui cara ini, kemampuan kampus dalam menyediakan infrastruktur yang dapat diskalakan dengan pasokan listrik yang terjamin bagi pelanggan kian diperkuat.
Terlebih lagi, kampus ini dikembangkan untuk mendukung kebutuhan komputasi AI berkepadatan tinggi. Ruang data yang tersedia dirancang untuk mendukung platform NVIDIA Vera Rubin dan Vera Rubin Ultra generasi berikutnya serta siap mengadopsi teknologi pendinginan cair.
Infrastruktur ini didukung konfigurasi kelistrikan yang andal dan konektivitas yang terbuka bagi berbagai operator telekomunikasi. Sebagai mitra kolokasi NVIDIA, STT GDC menyelaraskan desain kampus Jakarta dengan kebutuhan infrastruktur platform GPU generasi berikutnya.
Unsur penting lainnya adalah aspek keberlanjutan yang telah terintegrasi dalam pengembangan kampus, baik dari sisi infrastruktur, strategi energi, maupun pembiayaan. STT Jakarta 3 dirancang memenuhi target efisiensi energi, sistem pendingin ramah lingkungan, serta keselarasan dengan kerangka pembiayaan hijau.
Hal ini juga tecermin dalam fasilitas pinjaman hijau perdana STT GDC di Indonesia. Gardu induk tegangan tinggi di lokasi kampus dirancang meningkatkan kinerja energi dengan mengurangi kehilangan daya selama proses transmisi.
Melengkapi berbagai upaya tersebut, STT GDC menerapkan strategi energi terbarukan bekerja sama dengan PLN. Kolaborasi ini dirancang untuk memungkinkan kampus beroperasi dengan emisi karbon netral sejak hari pertama.
Komitmen ini merupakan bagian dari visi STT GDC untuk menghadirkan infrastruktur yang rendah emisi karbon dan lebih efisien. Berkenaan dengan hal itu, Country Head STT GDC Indonesia, Hendrikus Hendra Gozali mengatakan Indonesia tengah memasuki fase baru pertumbuhan digital.
Hendrikus Hendra Gozali menegaskan ekspansi berkelanjutan STT Jakarta Campus menunjukkan komitmen jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan kapasitas berkepadatan tinggi. Komitmen ini tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur, tetapi juga melalui penguatan ekosistem talenta dan keterampilan.
Sebagai bagian dari seremoni ekspansi, STT GDC memperkuat kemitraan dengan institusi pendidikan vokasi di Indonesia termasuk ATMI Cikarang. Kemitraan ini ditujukan untuk mengembangkan keterampilan khusus yang dibutuhkan dalam pengoperasian infrastruktur pusat data kritikal pendukung AI.
Kolaborasi ini diresmikan melalui penandatanganan kerja sama yang dilakukan bersamaan dengan acara ekspansi kampus. Langkah nyata tersebut diambil karena Indonesia terus mengalami peningkatan kebutuhan akan talenta digital spesialis.
Untuk menjawab tantangan keterbatasan program pelatihan, STT GDC Indonesia mendirikan Data Centre Laboratory Learning Centre di Jawa Barat bersama ATMI Cikarang. Melalui Learning Centre ini, para mahasiswa memperoleh pengalaman praktik langsung menggunakan peralatan berstandar industri.
Lingkungan pembelajaran dirancang menyerupai operasional pusat data sesungguhnya agar memberikan simulasi yang akurat. Program ini juga dilengkapi dengan pelatihan Data Centre Fundamentals Certificate (DCFC®) yang diselenggarakan bersama EPI serta program magang terstruktur.
Sejak September 2025, para mahasiswa telah mengikuti program penempatan hingga 10 bulan untuk memperoleh pengalaman langsung. Penempatan ini melatih mahasiswa dalam pengelolaan infrastruktur digital yang bersifat kritikal.
Selain mendukung pengembangan tenaga kerja, STT GDC berkontribusi bagi masyarakat di sekitar kampus Jakarta melalui berbagai inisiatif. Inisiatif tersebut meliputi pembangunan fasilitas bulu tangkis komunitas di Cikarang serta program lingkungan seperti penanaman mangrove.
Penanaman mangrove ini ditujukan untuk mendukung ketahanan kawasan pesisir dan mata pencaharian masyarakat setempat. Berbagai inisiatif ini memperkuat kesiapan talenta sekaligus mendukung terciptanya ekosistem infrastruktur digital Indonesia yang lebih tangguh.
SF-Admin


