markettrack.id – PT Venteny Fortuna International Tbk sukses menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Pertemuan tersebut menyetujui seluruh mata acara yang diajukan Perseroan, termasuk pengesahan Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Tahun Buku 2025.

    Selain itu, rapat juga menetapkan penggunaan laba bersih serta penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk tahun buku 2026. Para pemegang saham turut menyepakati penetapan remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris hingga perubahan susunan Direksi Perseroan.

    Dalam RUPST tersebut, para pemegang saham juga memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquit et décharge) kepada manajemen. Apresiasi ini diberikan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan sepanjang tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025.

    Terkait agenda perubahan susunan pengurus, pemegang saham menerima pengunduran diri Milokevin Wendiady dari jabatannya sebagai Direktur dan Group Chief Operating Officer (COO) Perseroan. Pengunduran diri tersebut disampaikan atas alasan pribadi dan tidak terkait dengan kinerja maupun kondisi usaha Perseroan.

    Pada kesempatan yang sama, pemegang saham menyetujui pengangkatan Hosea Sanjaya sebagai Wakil Direktur Utama dan Group COO. Rapat juga mengesahkan pengangkatan Tri Ismardiko Widyawan sebagai Direktur dan Group Chief Technology Officer (CTO) Perseroan.

    Merespons perubahan ini, Direktur Utama, Founder, dan Group CEO Venteny, Jun Waide, menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi Milokevin Wendiady selama masa pengabdiannya. Manajemen menyampaikan terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan selama bergabung dengan Perseroan.

    Lebih lanjut, perusahaan menyambut hangat bergabungnya Hosea Sanjaya serta Tri Ismardiko Widyawan dalam jajaran pimpinan baru. Penguatan tim kepemimpinan ini menjadi bagian dari upaya untuk terus meningkatkan kualitas eksekusi bisnis, mempercepat inovasi, dan mendukung pertumbuhan ke depan.

    Berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2025 yang telah disahkan, Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp327,3 miIiar. Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 8% jika dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya.

    Perseroan juga mencatatkan total aset sebesar Rp1,8 triliun atau tumbuh 49% dibandingkan posisi tahun 2024 yang bernilai Rp1,2 triliun. Sementara itu, laba bersih setelah pajak berhasil tercatat sebesar Rp2,1 miIiar.

    Pencapaian positif tersebut berhasil diraih di tengah kondisi ekonomi yang dinilai masih sangat menantang. Khususnya bagi industri pembiayaan yang menghadapi tekanan daya beli masyarakat, peningkatan risiko kredit, serta tingginya kehati-hatian penyaluran dana.

    Menyikapi kondisi tersebut, Venteny memilih untuk lebih selektif dalam mengembangkan roda bisnis pembiayaan. Perusahaan memfokuskan sumber daya pada produk serta layanan yang memiliki permintaan pasar kuat dan memberikan kontribusi berkelanjutan.

    Pada saat yang sama, Perseroan melakukan berbagai langkah efisiensi demi menjaga stabilitas. Langkah ini mencakup evaluasi terhadap sejumlah program dan aktivitas yang belum memberikan kontribusi optimal terhadap profitabilitas.

    Memasuki tahun 2026, Perseroan berkomitmen untuk terus menciptakan dampak positif bagi pelaku usaha serta sektor UMKM. Target lainnya adalah meningkatkan kesejahteraan finansial dan kompetensi tenaga kerja di berbagai sektor industri di Indonesia.

    Misi tersebut akan diakomodasi melalui layanan pendanaan produktif dan optimalisasi Venteny Employee Super App. Aplikasi ini menyediakan fitur Earned Wage Access (EWA), Advance Wage Access (AWA), Payroll Service, serta layanan digital terintegrasi lainnya.

    Untuk mendukung agenda pertumbuhan, Perseroan akan terus memperkuat tata kelola, pengendalian internal, dan manajemen risiko. Langkah ini diambil agar setiap peluang bisnis baru dapat dikelola secara optimal sekaligus terukur.

    Dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian, Venteny berupaya menjaga kualitas portofolio dan meningkatkan profitabilitas. Strategi ini dijalankan sekaligus untuk memperkuat posisi keuangan sebagai landasan bagi pertumbuhan jangka panjang.

    Sebagai penutup, Jun Waide menegaskan bahwa tahun 2025 menjadi bukti ketahanan Perseroan dalam menciptakan pertumbuhan yang berkualitas. Melalui fondasi bisnis yang semakin kuat, fokus perusahaan kini beralih pada pembangunan kapasitas jangka panjang.

    Peluang ke depan dinilai semakin besar untuk memperluas dampak nilai melalui inovasi layanan dan penguatan ekosistem bisnis. Melalui strategi yang terarah dan eksekusi disiplin, Perseroan optimistis berada pada posisi yang tepat untuk melanjutkan momentum pertumbuhan bagi pemangku kepentingan.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply