markettrack.id – Gobel Group tumbuh bersama Indonesia dengan keyakinan bahwa kemajuan perusahaan harus memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk petani dan nelayan. Komitmen terhadap sektor pertanian ini telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan sejak generasi pendiri.
Pada tahun 1963, almarhum Thayeb Mohammad Gobel mendirikan PT Pabrik Diesel dan Traktor untuk menghadirkan berbagai alat mekanisasi pertanian. Langkah awal tersebut diambil guna membantu petani meningkatkan produktivitas serta efisiensi hasil panen mereka.
Semangat tersebut terus diwujudkan melalui berbagai inisiatif strategis yang mendukung transformasi Gorontalo sebagai pusat pertumbuhan ekonomi pangan. Berbagai investasi juga dikembangkan untuk membangun rantai nilai terintegrasi mulai dari produksi hingga akses pasar.
Selanjutnya, komitmen tersebut ditampilkan melalui partisipasi dalam Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII 2026 di Gorontalo. Mengusung tema transformasi teknologi, kegiatan ini menjadi forum kolaborasi untuk memperkuat kemandirian pangan Indonesia.
Dalam ajang ini, perusahaan menampilkan kontribusi penguatan konektivitas logistik melalui PT Anggrek Gorontalo Internasional Terminal. Ditampilkan pula pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus Gorontalo serta perluasan akses pasar melalui kemitraan dengan Châteraisé.
Rachmat Gobel selaku Chairman Gobel Group menyampaikan bahwa partisipasi ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan manfaat nyata. Menurutnya, ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan meningkatkan produksi pertanian dan perikanan saja.
Lebih lanjut, ketahanan pangan memerlukan ekosistem yang mampu menghubungkan pelaku sektor ini dengan teknologi dan infrastruktur. Melalui kehadiran di ajang ini, perusahaan ingin menunjukkan langkah nyata dalam mendukung pembangunan daerah.
Berbagai inisiatif yang ditampilkan merupakan bagian dari visi jangka panjang pembangunan Gorontalo sebagai pusat agrominapolitan. Visi 2051 yang diinisiasi oleh Rachmat Gobel tersebut bertujuan mendorong akselerasi pembangunan ekonomi daerah.
Rachmat Gobel secara konsisten mendorong realisasi visi tersebut melalui pembukaan akses investasi dan penguatan infrastruktur. Salah satu pilar utamanya adalah KEK Gorontalo yang dirancang dengan konsep Agrominapolitan Hijau dan Halal.
Melalui kawasan ini, komoditas unggulan lokal diharapkan tidak lagi dipasarkan dalam bentuk bahan mentah saja. Produk tersebut akan diolah menjadi komoditas bernilai tambah tinggi yang memberikan manfaat ekonomi lebih besar.
Sebagai contoh, kelapa dapat diolah menjadi berbagai produk turunan seperti santan beku dan minyak kelapa. Sementara itu, jagung dapat dikembangkan menjadi pakan ternak, tepung jagung, hingga bioetanol.
Pendekatan hilirisasi ini mendorong terciptanya ekonomi sirkular yang memaksimalkan pemanfaatan sumber daya lokal. Berdasarkan kajian bersama Institut Pertanian Bogor, kawasan ini berpotensi menciptakan belasan ribu lapangan kerja baru.
Pada 2051, sektor industri daerah ini diproyeksikan mampu menyerap lebih dari 129 ribu tenaga kerja. KEK Gorontalo juga diproyeksikan menjadi katalis bagi pertumbuhan investasi serta peningkatan pendapatan masyarakat.
Di sisi lain, PT Anggrek Gorontalo International Terminal menjadi infrastruktur strategis yang menghubungkan nilai tambah ke pasar global. Pelabuhan internasional ini dikembangkan dengan konsep smart green port untuk memperkuat konektivitas logistik.
Infrastruktur tersebut dirancang sebagai gerbang logistik internasional untuk meningkatkan efisiensi distribusi komoditas daerah. Sepanjang 2025, sebanyak 36 ribu ton molasses telah berhasil diekspor melalui fasilitas pelabuhan ini.
Selain itu, sebanyak 64 ribu ton wood pellet juga diekspor ke Jepang dan Korea Selatan. Peningkatan aktivitas ekspor ini membuktikan peran strategis daerah dalam simpul perdagangan internasional.
Melalui penguatan konektivitas, Gobel Group terus mendorong penciptaan nilai tambah bagi hasil pertanian Indonesia. Salah satunya diwujudkan melalui kolaborasi bersama Châteraisé yang menerapkan pendekatan farm-to-factory.
Implementasi nyata terlihat dari komoditas kakao petani binaan yang berhasil diekspor ke pasar Jepang. Melalui model ini, hasil pertanian memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga menguntungkan petani lokal.
Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat hilirisasi nasional untuk memastikan nilai ekonomi tercipta di dalam negeri. Langkah ini diharapkan dapat terus memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.
Pada akhirnya, Rachmat Gobel mengundang peserta kegiatan untuk mengunjungi Pentadio sebagai ruang kreasi ekonomi lokal. Tempat tersebut dihadirkan untuk memperkenalkan potensi besar daerah kepada Indonesia dan dunia.
SF-Admin

