markettrack.id – PT Indonesian Paradise Property Tbk atau Paradise Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Perusahaan berhasil mempertahankan tren pertumbuhan yang konsisten selama lima tahun terakhir dengan terus menghadirkan proyek-proyek strategis.

    Momentum tersebut ditandai dengan peresmian 23 Semarang Shopping Center pada tanggal 13 Juni 2026. Kehadiran proyek ini tidak hanya memperluas portofolio komersial perusahaan, tetapi juga menciptakan dampak berantai bagi perekonomian daerah.

    Selain itu, pusat perbelanjaan tersebut mengimplementasikan teknologi energi terbarukan melalui sistem panel surya berkapasitas 1,86 MWp. Sistem ini diproyeksikan mampu menghasilkan lebih dari 2,6 juta kWh energi bersih pada tahun pertama operasionalnya.

    Langkah nyata ini selaras dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) yang diusung oleh manajemen. Konsistensi pertumbuhan usaha juga tercermin dari rekam jejak ekspansi portofolio yang dilakukan secara berkelanjutan sejak tahun 2021.

    Oleh karena itu, dominasi pendapatan berulang (recurring income) sukses menjadi pondasi utama ketahanan bisnis perusahaan. Kontribusi dari pusat perbelanjaan dan hotel menciptakan arus kas yang jauh lebih stabil dibandingkan model penjualan aset biasa.

    Bahkan pada tahun 2025, perusahaan telah menjalin kerja sama strategis dengan Hankyu Hanshin Properties asal Jepang. Kepercayaan pasar juga diperkuat lewat penerbitan obligasi perdana senilai Rp500 miliar dengan peringkat rating idAAA(cg) dari Pefindo.

    Seiring bertambahnya aset, maskapai bisnis ini melakukan penyesuaian susunan Direksi dan Dewan Komisaris pada 18 Juni 2026. Langkah reorganisasi ini merupakan bagian dari proses regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan tata kelola perusahaan.

    Dalam susunan baru tersebut, Andri Hadi ditunjuk sebagai Presiden Direktur menggantikan Anthony Prabowo Susilo. Anthony Prabowo Susilo sendiri kini resmi mengemban amanah baru sebagai Presiden Komisaris perusahaan.

    Melalui kombinasi manajemen yang solid, perusahaan optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan rekam jejak perseroan. Secara kompetitif, manajemen menargetkan kontribusi pendapatan berulang tetap terjaga kuat di atas 75% pada tahun 2026 ini.

    Kondisi tersebut ditopang oleh EBITDA Kuartal I-2026 yang meningkat 20% menjadi Rp100,67 miliar. Wakil Presiden Direktur Surina menyatakan bahwa perusahaan telah membangun pondasi pertumbuhan kuat melalui neraca yang sehat dan disiplin eksekusi proyek.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply