markettrack.id – Bayer Indonesia, perusahaan life science global dengan kompetensi di bidang kesehatan dan pertanian, melepas ekspor perdana 30 ton benih jagung bioteknologi DK95R ke Vietnam. Ekspor ini menegaskan komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui penguatan kapasitas produksi benih berteknologi tinggi di dalam negeri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai bagian penting dari rantai pasok pertanian regional.

    Seremoni pelepasan ekspor dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Usaha Pangan dan Pertanian Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Widiastuti, S.E., M.Si., serta Pelaksana Harian Direktur Jenderal Tanaman Pangan sekaligus Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Letjen TNI Irham Waroihan. Hadir pula Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PVTPP) Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc., Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Timur, Sokhib, S.Pi, M.P., Kepala Bidang Pembangunan Sumber Daya Industri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Timur, Judi Aquarianto, S.Sos. M.M., serta Agriculture Affairs dan License to Operate Lead Bayer Indonesia, Aditia Rusmawan.

    Kehadiran para perwakilan lintas kementerian ini mencerminkan dukungan aktif pemerintah terhadap penguatan ekspor produk pertanian berteknologi tinggi. Terkait hal itu, Widiastuti menyatakan bahwa jagung merupakan salah satu komoditas strategis dalam sistem pangan nasional sehingga peningkatan produktivitas dan keberlanjutannya menjadi prioritas pemerintah.

    Widiastuti juga menambahkan bahwa ekspor tersebut bukan sekadar pengiriman 30 ton benih jagung, melainkan bukti nyata hasil penelitian, inovasi, sistem pengawasan mutu, kepastian regulasi, dan kepercayaan dunia internasional. Pihaknya menyambut baik komitmen Bayer dalam mendukung pengembangan industri perbenihan nasional.

    Sejalan dengan pandangan tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan urgensi adopsi teknologi dalam mendorong transformasi pertanian nasional. Melalui sambutan tertulis yang disampaikan oleh Letjen TNI Irham Waroihan, Menteri Pertanian menekankan bahwa pertanian Indonesia tengah berada dalam fase transformasi besar dan tidak lagi dapat mengandalkan pendekatan tradisional semata.

    Menurut Menteri Pertanian, tantangan seperti perubahan iklim, degradasi lahan, pertumbuhan penduduk, serta dinamika geopolitik dunia telah mendorong negara untuk mengadopsi ilmu dan teknologi canggih, salah satunya penggunaan benih produk rekayasa genetik. Keberhasilan ekspor ini dinilai tidak lepas dari kerja keras serta sinergi berbagai pihak mulai dari petani hingga industri benih.

    Pencapaian tersebut sekaligus membuktikan bahwa Indonesia telah swasembada dan mandiri karena mampu mendorong sisa kelebihan produksi untuk menguasai pasar dunia.

    Menambahkan dimensi tersebut, Kepala PVTPP Kementerian Pertanian, Dr. Ir. Leli Nuryati, M.Sc., memuji hasil kerja keras dan komitmen Bayer dalam berinovasi dan membangun industri perbenihan di Indonesia.

    Leli Nuryati mengingatkan bahwa di tengah upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan, sektor perbenihan memegang peranan yang sangat penting sebagai fondasi utama peningkatan produktivitas. Berdasarkan catatan PVTPP, produsen ini bahkan telah melepas 7 varietas jagung bioteknologi ke pasar.

    Lebih lanjut, Leli Nuryati mengimbuhkan bahwa keberhasilan ekspor menunjukkan Indonesia mulai memainkan peran yang lebih besar dalam rantai pasok pertanian global. Langkah ini dinilai sangat sejalan dengan visi pembangunan pertanian nasional untuk meningkatkan nilai tambah, daya saing, dan ekspor produk pertanian Indonesia.

    Merespons kepercayaan pemerintah, Aditia Rusmawan selaku perwakilan manajemen menegaskan bahwa inovasi merupakan inti dari pengembangan produk perusahaan. Produk benih jagung bioteknologi DK95R sendiri dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata para petani di lapangan.

    Aditia Rusmawan juga menekankan bahwa setiap langkah perusahaan dipastikan selalu sejalan dengan arah kebijakan nasional, termasuk dalam pengembangan ekspor yang memberikan nilai tambah bagi Indonesia. Kontribusi tersebut disalurkan melalui peningkatan devisa, pertumbuhan industri, serta penciptaan lapangan kerja baru.

    Meskipun kapasitas ekspor terus tumbuh, manajemen menyampaikan bahwa hal ini tidak akan mengurangi komitmen terhadap pemenuhan kebutuhan dalam negeri. Kebutuhan petani domestik tetap menjadi prioritas utama perusahaan dalam menjalankan roda bisnisnya.

    Dengan skala produksi yang terus berkembang seiring permintaan ekspor, kondisi ini pada akhirnya turut memperkuat ekosistem pertanian berteknologi tinggi di dalam negeri. Petani lokal pun akan mendapatkan ketersediaan dan aksesibilitas benih unggul secara berkelanjutan.

    Sebagai informasi teknis, DK95R merupakan benih jagung bioteknologi komersial pertama yang diluncurkan oleh produsen ini pada Juli 2023. Benih jagung bioteknologi ini memiliki keunggulan tahan terhadap herbisida berbahan aktif glifosat, yang memungkinkan biaya perawatan lebih hemat, menekan biaya tenaga kerja, dan menghasilkan panen optimal.

    Sejak peluncurannya, penerimaan pasar domestik terhadap produk DK95R ini terus tumbuh dengan sangat baik. Pencapaian tersebut memungkinkan perusahaan untuk terus meningkatkan skala produksi, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun pasar regional.

    Melalui visi “Health for All, Hunger for None”, perusahaan berkomitmen mendukung produktivitas pertanian secara berkelanjutan. Komitmen ini diwujudkan lewat inovasi teknologi benih, penguatan kapasitas produksi, serta kolaborasi jangka panjang dengan pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan untuk membangun sektor pertanian yang tangguh dan berdaya saing.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply