markettrack.id – Bayer Indonesia yang merupakan perusahaan life science global dengan kompetensi di bidang kesehatan dan pertanian menggelar temu 500 petani muda di Magelang.
Acara ini merupakan bagian dari Program Bayer SATRIA (Sinergi Petani Muda Mitra Bayer untuk Indonesia) sebagai inisiatif pemberdayaan generasi muda dalam mengembangkan usaha tani yang produktif.
Langkah ini dirasa mendesak karena Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam hal regenerasi petani. Berdasarkan Sensus Pertanian 2023, mayoritas petani aktif di Indonesia sudah berusia di atas 45 tahun, sedangkan rasio petani muda hanya mencapai 21,93%.
Oleh karena itu, Program Bayer SATRIA hadir sebagai perluasan strategis dari inisiatif Better Life Farming (BLF) yang telah berjalan sejak 2020.
Melalui program baru ini, Bayer berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi sektor pertanian pada generasi berikutnya.
Terkait hal tersebut, Head of BLF Bayer Indonesia Maria Magdalena Pakpahan menyatakan bahwa regenerasi petani bukan hanya tentang kuantitas, melainkan juga kualitas. Pimpinan BLF Bayer Indonesia itu menegaskan pentingnya mencetak petani muda yang siap, adaptif, dan bangga dengan profesinya.
Untuk mendukung visi itu, program unggulan ini membekali para peserta dengan keterampilan teknologi pertanian modern serta kapabilitas digital. Strategi pemberdayaan ini dibangun di atas empat pilar utama, yaitu inovasi teknologi, digital marketing, ekosistem pertanian, dan agents of change.
Di sisi lain, Kabupaten Magelang dipilih menjadi salah satu dari tujuh wilayah prioritas karena jumlah petani mudanya hanya berkisar 15,43%. Kegiatan temu wicara yang dipusatkan di Lapangan Cakra Buana ini pun menjadi puncak dari implementasi Program Bayer SATRIA di wilayah tersebut.
Selama kegiatan berlangsung, para petani fokus mempelajari optimalisasi budidaya komoditas cabai merah keriting. Bayer turut mengenalkan paket cabai super yang memiliki potensi untuk meningkatkan hasil panen hingga sekitar 23%.
Tidak hanya itu, program ini juga berkolaborasi dengan lembaga keuangan untuk mempermudah akses fasilitas KUR dengan bunga kompetitif.
Guna memperkuat rantai nilai dari hulu ke hilir, para petani muda Magelang langsung diperkenalkan dengan jalur pemasaran komoditas bersama Indofood.
Menanggapi manfaat tersebut, salah satu petani asal Kecamatan Sawangan Arum Wulandari menilai peningkatan kapasitas digital dan akses pasar menjadi kunci kesejahteraan.
Tokoh petani muda Magelang itu merasa pendampingan ini memberikan wadah nyata untuk membangun jejaring serta meningkatkan rasa percaya diri.
Sebagai langkah keberlanjutan, Program Bayer SATRIA akan terus direplikasi ke berbagai wilayah sentra pertanian lainnya di Tanah Air.
Selain itu, komitmen terhadap generasi muda diperluas lewat ajang Bayer SATRIA Campus Challenge yang melibatkan beberapa perguruan tinggi untuk menjembatani gagasan akademis dengan kebutuhan lapangan.
SF-Admin

