markettrack.id – BINAR bersama Microsoft menyelenggarakan GARUDA AI Impact Summit 2026 di The Ritz-Carlton Jakarta, Mega Kuningan. Langkah ini diambil untuk mendorong rekomendasi kebijakan Artificial Intelligence (AI) yang bertanggung jawab, aman, inklusif, dan relevan bagi masyarakat Indonesia.
Acara ini menjadi puncak dari rangkaian program pelatihan nasional yang telah memberikan beasiswa AI bagi 145.000 peserta dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN). Mengusung tema “Empowering Responsible AI for Indonesian Citizen”, forum ini memperkuat ekosistem melalui kolaborasi pemerintah, industri, akademisi, dan masyarakat.
Selain itu, forum ini merupakan kelanjutan dari Regional AI Impact Summit di lima wilayah yang menghasilkan berbagai masukan lapangan mengenai kesiapan talenta dan tata kelola. Berbagai masukan tersebut dikonsolidasikan ke dalam AI Policy Recommendation sebagai kontribusi strategis mendorong pemanfaatan AI yang lebih berdampak.
Terkait hal tersebut, acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional seperti Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Staf Khusus Wakil Presiden Achmad Adhitya. Hadir pula Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, serta sejumlah pejabat tinggi kementerian lainnya.
Di samping itu, forum ini menghadirkan pemikiran dari para pemimpin industri dan akademisi, seperti Caroline McGrath dan Dr. Jasmine Begum dari Microsoft. Pemimpin teknologi lain yang terlibat adalah Niki Luhur selaku CEO VIDA, Andoko Wicaksono dari PT Mineral Industri Indonesia, Andre Simangunsong, Agung Dwi Nugroho, Irfan Prabowo, serta Prof. Firdaus Alamsjah dan Prof. Budi Widjaja Soetjipto.
Founder dan CEO BINAR, Alamanda Shantika, mengatakan bahwa ajang ini merupakan komitmen untuk memastikan transformasi AI bergerak menuju peningkatan kapasitas manusia dan perubahan sistemik. Alamanda Shantika menekankan bahwa transformasi tidak cukup hanya dimulai dari pengenalan alat, melainkan kesiapan manusia dan organisasi untuk menyelesaikan masalah nyata.
Selanjutnya, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan dalam pidatonya bahwa AI harus menjadi teknologi yang dapat diakses, dipahami, dan dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat. Nezar Patria juga mengingatkan bahwa keberhasilan transformasi tidak diukur dari seberapa cepat teknologi diadopsi, melainkan dari seberapa luas manfaatnya bagi masyarakat.
Dari sisi industri global, Asia Director Microsoft Elevate Caroline McGrath menyampaikan bahwa implementasi AI membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, swasta, institusi pendidikan, dan masyarakat. Menurut Caroline McGrath, AI yang bertanggung jawab bukan hanya persoalan teknologi, tetapi juga mengenai tata kelola, kepercayaan, dan kesiapan sumber daya manusia.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menekankan bahwa perkembangan AI harus tetap menempatkan manusia sebagai pengendali utama teknologi. Pratikno menambahkan bahwa kemajuan teknologi harus bermuara pada pembangunan manusia, termasuk dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak.
Untuk mewujudkan hal itu, GARUDA AI Impact Summit 2026 menghadirkan diskusi panel yang membahas implementasi AI pada layanan publik, energi, pendidikan, dan pertumbuhan ekonomi. Hasil diskusi panel tersebut menjadi dasar penyusunan AI Policy Recommendation yang merangkum sejumlah agenda strategis untuk Indonesia.
Adapun rekomendasi tersebut menyoroti peningkatan literasi AI lintas daerah, penguatan tata kelola, etika, percepatan pengembangan talenta, perlindungan data, serta kolaborasi lintas sektor. Melalui forum ini, BINAR dan Microsoft berharap dapat memperkuat kesadaran publik sekaligus mendorong kolaborasi berkelanjutan demi masa depan Indonesia yang inovatif dan inklusif.
Sebagai bentuk apresiasi, ajang ini juga menggelar GARUDA AI Awarding Night 2026 yang memberikan penghargaan kepada individu dan instansi terbaik. Pada kategori The Tr(AI)lblazer untuk penghargaan Best Learner Individual, apresiasi diberikan kepada Wing Parikesit dari BKPM, Muhammad Abidillah Arsyad dari Maluku Utara, dan Jajang Yusup Riswandi dari Jawa Barat.
Sementara itu, kategori AI Champion untuk penghargaan Inspiring Learners Individual diraih oleh Muhammad Yasir dari Kementerian Ketenagakerjaan, Wanudi yang merupakan Guru ASN SD N Depok 1, dan Achmad Thoriq Al Chanafi. Untuk penghargaan kategori instansi, penghargaan Most Ambitious Organization dalam Kategori The Incub(AI)tor diberikan kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemenko PMK, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Kemudian pada kategori The Innov(AI)tor dengan penghargaan Best Policymaker Instansi, apresiasi berhasil diraih oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Diskominfo Sidoarjo. Pada kategori The Catal(AI)st untuk Ecosystem Builders Instansi, penghargaan diserahkan kepada Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Diskominfo Jawa Timur, serta Lembaga Administrasi Negara.
Terakhir, penghargaan Pioneer of Webinar Series Instansi dalam kategori The P(AI)oneer diberikan kepada Kementerian Kesehatan, Badan Kepegawaian Negara, dan BKPM.
SF-Admin


