markettrack.id – Provinsi Lampung kembali mencatat sejarah dengan meluncurkan regulasi perdamaian pertama di Indonesia. Inisiatif penting ini bertujuan memperkuat kerangka kerja pencegahan konflik sosial di tingkat daerah.
Upaya ini merupakan hasil kolaborasi erat antara pemerintah provinsi dan sebuah organisasi non-pemerintah.
Peraturan Gubernur Lampung Nomor 18 Tahun 2025 ini secara khusus berfokus pada penguatan ikatan sosial di masyarakat.
Regulasi tersebut diharapkan menjadi panduan yang efektif untuk membangun harmoni, terutama di kalangan generasi muda. Langkah ini menunjukkan komitmen serius Lampung dalam menciptakan lingkungan yang damai dan produktif.
Program yang melandasi terbitnya peraturan ini adalah Proyek Penguatan Kohesi Sosial (SSCP). Didukung oleh Uni Eropa, proyek ini dijalankan oleh ChildFund International di Indonesia.
Tujuannya adalah menginspirasi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah konflik sosial melalui pendekatan kolaboratif.
Pentingnya Mencegah Konflik Dalam acara sosialisasi, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Lampung, Drs. M. Firsada, M.Si., menyampaikan peran krusial pencegahan konflik.
Mencegah konflik dapat meminimalkan kekerasan dan meningkatkan produktivitas masyarakat. Partisipasi aktif masyarakat, khususnya anak muda, sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif.
Proyek ini telah berjalan selama 30 bulan dari awal 2023 hingga pertengahan 2025. Pelaksanaannya di Kabupaten Lampung Selatan melibatkan mitra lokal, Yayasan Pembinaan Sosial Katolik (YPSK). Kegiatan mencakup pembinaan untuk sekolah dan organisasi pemuda.
Pengembangan Nilai Lokal Salah satu hasil dari proyek ini adalah Modul Pendidikan Perdamaian Ulun Lampung yang berbasis nilai budaya lokal.
Modul ini dikembangkan dalam bentuk cetak dan permainan daring. Candra Dethan selaku Project Manager SSCP ChildFund International di Indonesia menjelaskan bahwa lahirnya pergub ini adalah buah dari pendekatan partisipatif.
Pendekatan ini melibatkan beragam kelompok agama dan suku di Lampung. Ia berharap keberhasilan ini dapat menjadi inspirasi bagi proyek lain yang mempromosikan perdamaian dan keharmonisan. Seluruh upaya ini bertujuan menjadikan perdamaian sebagai fondasi bagi kemajuan yang berkelanjutan.
SF-Admin


