DoubleVerify (DV), perusahaan teknologi dalam pengukuran dan analisis media digital, baru-baru ini merilis laporan “DV Global Insights: Trends in the Modern Streaming Landscape”.
Laporan ini memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi iklan di platform TV streaming (CTV) pada tahun 2025, menggabungkan data pengukuran internal DV dengan survei global terhadap 22.000 penonton.
Temuan ini menyoroti evolusi perilaku konsumen dan efektivitas iklan seiring pesatnya pertumbuhan ekosistem CTV.
Pada tahun 2024, volume penayangan iklan CTV melalui platform DV melonjak 66% dibandingkan tahun sebelumnya, menegaskan potensi besar media ini bagi pengiklan.
Pertumbuhan paling signifikan terlihat di negara-negara seperti Belanda, Indonesia, dan Singapura.
Namun, riset DV juga mengungkap beberapa tantangan krusial yang masih membayangi industri, termasuk kurangnya informasi aplikasi yang jelas, masalah visibilitas iklan (viewability) yang belum tuntas, serta tingginya angka sophisticated invalid traffic (SIVT) yang mencakup penipuan oleh bot.
Mark Zagorski, CEO DoubleVerify, menyampaikan bahwa CTV telah menjadi tulang punggung strategi video digital dengan potensi pertumbuhan luar biasa untuk kampanye branding maupun kinerja.
Ia menambahkan bahwa media ini masih dalam fase perkembangan, dan laporan DV menyoroti tantangan nyata yang muncul dalam proses evolusi tersebut.
Kurangnya transparansi, peningkatan aktivitas mencurigakan, dan belum adanya standar operasional industri yang baku menciptakan lingkungan di mana pemborosan anggaran iklan menjadi isu yang mengkhawatirkan.
Menurut Mark, tantangan-tantangan ini dapat diatasi melalui inovasi teknologi dan kolaborasi antar pelaku industri, yang pada akhirnya akan menguntungkan semua pengiklan.
Beberapa temuan penting dari laporan DV mengenai industri streaming mencakup:
- Peningkatan volume penayangan iklan CTV yang drastis sebesar 66% dari tahun ke tahun.
- Hanya 50% dari total penayangan iklan CTV pada tahun 2024 yang memiliki informasi aplikasi lengkap, menciptakan kesenjangan informasi signifikan bagi pemasar.
- Masalah “TV Mati” masih umum, di mana iklan terus berjalan meskipun layar TV sudah padam. Tanpa sistem pencegahan yang efektif, masalah kualitas media ini mengakibatkan kerugian rata-rata $700.000 per satu miliar penayangan bagi pengiklan.
- Bot fraud mendominasi, menyumbang 65% dari seluruh kasus penipuan di CTV. Diperkirakan ada 4 juta perangkat yang terpengaruh, menghasilkan trafik palsu setiap hari dan merugikan pengiklan jutaan dolar setiap bulan.
Laporan ini juga menganalisis bagaimana preferensi konsumen mempengaruhi pengalaman menonton iklan di platform streaming.
Survei DV menunjukkan bahwa 41% konsumen kini lebih memilih menonton video dengan iklan dibandingkan berlangganan layanan berbayar.
Konten berdurasi panjang, seperti acara TV dan podcast, dinilai lebih efektif untuk membangun merek dibandingkan platform dengan konten berdurasi pendek.
Selain itu, 64% penonton menyatakan bahwa genre konten memengaruhi persepsi mereka terhadap iklan dan merek, menekankan pentingnya penempatan iklan yang relevan dengan konteks konten.
Lebih lanjut, laporan DV juga memuat temuan dari survei global terpisah terhadap hampir 2.000 pemasar, mengulas bagaimana para pengiklan menyesuaikan strategi streaming mereka dalam menghadapi tantangan yang ada.
Studi ini meneliti tren pengeluaran untuk CTV, hambatan pertumbuhan, serta meningkatnya permintaan akan transparansi, pengukuran yang akurat, dan kesesuaian merek.
Data penting dari survei pemasaran global tersebut menunjukkan:
- Sebanyak 72% pemasar menyatakan bahwa iklan yang tayang di lingkungan CTV memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan target kampanye mereka, menunjukkan persepsi return on investment (ROI) yang kuat dari saluran ini.
- Namun, 68% pemasar menekankan pentingnya transparansi untuk membenarkan biaya iklan CTV yang relatif tinggi. Hal ini mengindikasikan adanya permintaan yang jelas untuk visibilitas yang lebih baik terkait penayangan iklan mereka.
- Selain itu, 63% pemasar merasa kesulitan untuk memastikan apakah iklan CTV mereka benar-benar menjangkau audiens yang nyata. Kekhawatiran ini bertambah dengan munculnya masalah seperti “TV Mati” dan standar viewability yang tidak konsisten.
- Terlepas dari tantangan-tantangan tersebut, 54% pemasar meningkatkan anggaran CTV mereka selama setahun terakhir, dan 66% pengiklan yang saat ini belum berinvestasi di CTV berencana untuk mulai melakukannya dalam 12 bulan ke depan. Ini menunjukkan optimisme dan urgensi untuk mendapatkan pengukuran yang tepat.
Seiring dengan kesiapan industri memasuki musim Upfront dan NewFront 2025, DV terus berinvestasi dalam solusi pengukuran, perlindungan dari penipuan, dan metrik pengukuran perhatian yang inovatif untuk membantu para pengiklan memaksimalkan dampak dari investasi media mereka.
SF-Admin


