markettrack.id – PT ESSA Industries Indonesia Tbk. (ESSA), sebuah perusahaan terkemuka di sektor Energi dan Kimia, baru saja merilis laporan keuangan untuk paruh pertama tahun 2025.
Laporan tersebut menunjukkan adanya penurunan moderat pada pendapatan, EBITDA, dan laba bersih.
Meskipun demikian, perusahaan tetap optimis terhadap prospek di semester kedua tahun ini, terutama dengan normalisasi pasokan gas dan pemulihan harga amoniak yang mulai terlihat sejak bulan Juni.
Penurunan kinerja keuangan ESSA pada semester pertama 2025 sebagian besar disebabkan oleh harga amoniak yang lebih rendah di pasar global.
Selain itu, pasokan gas ke pabrik amoniak juga sempat terganggu akibat pemeliharaan berkala pada pemasok hulu.
Namun, gangguan pasokan ini bersifat sementara, karena pekerjaan pemeliharaan telah rampung dan pasokan gas kembali normal sejak Juli, memberikan angin segar bagi operasional perusahaan.
Di tengah tantangan tersebut, ESSA berhasil mempertahankan standar operasional yang tinggi, terutama dalam hal keselamatan dan keandalan pabrik.
Pencapaian ini dibuktikan dengan nihilnya kasus kecelakaan kerja yang mengakibatkan kehilangan waktu (Lost Time Injury/LTI) di kedua pabrik mereka.
Dedikasi terhadap praktik terbaik ini menunjukkan komitmen ESSA untuk menjaga keberlanjutan operasional dan kesejahteraan karyawannya.
Kinerja Keuangan dan Operasional Semester Pertama 2025
Pada paruh pertama tahun 2025, ESSA mencatat pendapatan sebesar USD 138 juta, turun 9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
EBITDA perusahaan tercatat USD 49 juta, mengalami penurunan 20% secara tahunan, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham juga menurun 28% menjadi USD 15 juta.
Meskipun menghadapi tekanan dari harga amoniak yang lebih rendah dan gangguan pasokan gas, ESSA menunjukkan resiliensi dalam operasionalnya.
Harga amoniak tercatat turun 8%, sementara harga LPG sedikit meningkat 1% dibandingkan paruh pertama 2024.
ESSA terus menunjukkan komitmen kuat terhadap keunggulan manufaktur dan keberlanjutan lingkungan.
Pada April 2025, ESSA mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar IDR 10 per saham untuk Tahun Buku 2024, dengan total mencapai IDR 172,26 miliar (USD 10,3 juta).
Jumlah dividen ini meningkat dua kali lipat, mencerminkan kinerja keuangan yang solid dan strategi deleveraging yang berhasil di tahun 2024.
Kanishk Laroya, Presiden Direktur & CEO ESSA, menyatakan optimismenya terhadap kinerja di semester kedua 2025.
Menurut Kanishk, kinerja operasional yang kuat di semester pertama telah menunjukkan kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangan.
Dengan normalisasi pasokan gas dan pemulihan harga amoniak, ESSA yakin akan mencapai hasil yang lebih baik.
Baru-baru ini, ESSA juga meraih Gold Award dalam ajang Indonesia Regulatory Compliance Award (IRCA) 2025 sebagai “Notable Enterprise for Excellence in Regulatory Compliance”.
Penghargaan ini mengukuhkan posisi ESSA sebagai perusahaan dengan praktik tata kelola yang kuat dan konsisten.
Ke depan, ESSA berencana untuk mentransformasi pabrik amoniak menjadi fasilitas rendah karbon dengan target penangkapan dan penyimpanan sekitar 1 juta ton CO₂ per tahun.
Selain itu, melalui entitas anak PT ESSA SAF Makmur (ESM), ESSA akan membangun fasilitas manufaktur greenfield mutakhir untuk memproduksi sekitar 200.000 metrik ton Sustainable Aviation Fuel (SAF) setiap tahunnya, menunjukkan langkah progresif menuju masa depan yang lebih hijau.
SF-Admin


