markettrack.id – Grab menghadirkan alternatif kesempatan berusaha bagi masyarakat (bantalan sosial) di tengah tantangan dunia kerja yang semakin kompleks.

    Melalui inisiatif “Rekrutmen Mitra Digital: Menjadi Pengusaha UMKM Bersama Grab-OVO!”, Grab membuka peluang kerja dan usaha bagi ribuan orang untuk bergabung sebagai Mitra Pengemudi maupun Mitra Merchant.

    Berlangsung di Gedung SMESCO Indonesia, Grab berkolaborasi dengan Kementerian Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Republik Indonesia dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaan) menyelenggarakan proses pendaftaran (onboarding) Mitra Pengemudi dan Mitra Merchant secara cepat, mudah, dan langsung aktif hanya dalam hitungan jam.

    Masyarakat dapat langsung mendaftar, melengkapi dokumen, mengaktifkan akun, bahkan langsung mendapatkan fasilitas legalitas usaha dan perlindungan sosial. Langkah ini merupakan respons nyata di tengah meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang terjadi di Indonesia.

    Country Managing Director Grab Indonesia, Neneng Goenadi menyampaikan, “Tujuan utama dari acara ini adalah memberikan akses yang inklusif bagi siapa pun yang ingin berusaha. Melebihi target, acara ini dihadiri hampir 2.000 orang yang berpotensi menjadi Mitra GrabBike, GrabCar, GrabMart, GrabFood dan Agen GrabKios.”

    Di tengah kondisi ekonomi yang tidak pasti, Grab hadir sebagai bantalan sosial. Lebih dari 50% Mitra Pengemudi Grab sebelumnya adalah korban PHK, tidak memiliki pekerjaan, atau kehilangan sumber pendapatan (Riset ITB 2023).

    “Sekarang mereka punya penghasilan, akses pelatihan, bahkan sebagian besar penghasilannya meningkat lebih dari dua kali lipat (Data Internal Grab). Hari ini mereka punya kembali kendali atas hidupnya. Ini bukan sekadar rekrutmen, tapi momentum pembukaan harapan agar Indonesia terus melaju,” ujar Neneng

    Selain Mitra reguler, Grab juga membuka ruang bagi lebih dari 700 penyandang disabilitas untuk tetap berkarya sebagai bagian dari ekosistem digital. Grab percaya bahwa tidak boleh ada kelompok masyarakat yang tertinggal dalam transformasi digital.

    Program ini bukan hanya berfokus pada rekrutmen, tetapi juga menghadirkan dukungan menyeluruh bagi Mitra yang bergabung.

    Grab memfasilitasi pendaftaran BPJS Ketenagakerjaan secara langsung di lokasi acara, membantu penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi Mitra Merchant, serta menyediakan solusi kendaraan melalui kemitraan dengan PT Teknologi Pengangkutan Indonesia (TPI) bagi calon Mitra Pengemudi yang belum memiliki kendaraan pribadi.

    Inisiatif ini juga menjadi bukti nyata kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah. Maman Abdurrahman, Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Republik Indonesia mengapresiasi langkah yang dilakukan Grab.

    “Digitalisasi adalah kunci masa depan UMKM. Platform seperti Grab menjadi jembatan antara pengusaha UMKM dengan pasar yang lebih luas. Dengan adanya akses layanan pengantaran, pembayaran digital, hingga pelatihan, masyarakat bisa tumbuh menjadi wirausaha tangguh. Dalam kondisi sulit, yang dibutuhkan masyarakat bukan sekadar bantuan, tapi peluang. Dan hari ini, Grab hadir memberi peluang itu,” ujar Maman Abdurrahman

    Menteri UMKM juga mendorong klasifikasi Mitra Pengemudi sebagai bagian dari UMKM. Dengan status tersebut, para Mitra bisa mengakses berbagai fasilitas negara seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga ringan, BBM dan LPG bersubsidi, hingga pelatihan SDM dari pemerintah.

    Status ini memungkinkan Mitra tetap mempertahankan fleksibilitas, sekaligus mendapatkan perlindungan dan akses pembiayaan layaknya pengusaha UMKM formal lainnya.

    Model kemitraan yang fleksibel menjadi daya tarik utama bagi Mitra Pengemudi. Dalam ekosistem Grab, Mitra bebas menentukan sendiri waktu kerja, tanpa terikat pada jadwal yang kaku. Hal ini menjadi solusi yang relevan bagi masyarakat yang tengah mencari pekerjaan, tanpa kehilangan kendali  atas hidup dan penghasilan mereka.

    Langkah Grab juga didukung oleh BPJS Ketenagakerjaan. Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Pramudya Iriawan Buntoro, menegaskan bahwa jaminan sosial yang fleksibel dan mudah diakses sangat penting bagi para Mitra.

    “Mitra digital menghadapi risiko kerja yang nyata, mulai dari kecelakaan hingga ketidakpastian di hari tua. Dalam kerja sama ini, mitra yang bergabung akan mendapatkan perlindungan jaminan kerja, termasuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT), bahkan satu bulan bebas iuran dari Grab. Ini adalah bentuk nyata kolaborasi dalam mewujudkan ekosistem kerja yang layak dan terlindungi,” kata Pramudya

    Hingga kini, puluhan ribu Mitra aktif Grab telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Grab juga rutin memberikan edukasi dan sosialisasi agar semakin banyak Mitra menyadari pentingnya perlindungan sosial.

    Komitmen Grab terhadap pertumbuhan ekonomi digital Indonesia bukanlah hal baru. Grab bersama dengan Kementerian UMKM menginisiasi program Kota Masa Depan sejak 2021, yang hingga saat ini sudah menjangkau 15 kota-kota kecil dan lebih dari 200.000 UMKM telah go digital dengan bergabung bersama Grab (naik 300% dibandingkan sebelum adanya program ini).

    Selain itu, dalam kurun waktu 2018 – 2024, dukungan Grab telah menciptakan lebih dari 4,6 juta peluang kerja tercipta melalui digitalisasi UMKM (Data Internal Grab).

    Sementara berbagai program pembiayaan seperti GrabModal Mantul dan OVO Modal Usaha telah menyalurkan pembiayaan usaha senilai lebih dari Rp6 triliun kepada 445.000 Mitra UMKM dan Mitra Pengemudi.

    Dengan pendekatan berbasis teknologi, Grab terus memperluas jangkauan dukungan bagi sektor informal yang terdampak langsung oleh dinamika ekonomi.

    Berdasarkan riset ITB (2023), industri ride-hailing dan layanan pengantaran online menyumbang Rp382,62 triliun atau 2% dari total Produk Domestik Bruto (PDB) nasional (Studi ITB, 2023), dengan Grab berkontribusi sekitar 50% pada industri transportasi dan pengantaran online (Oxford Economics, 2024), mencerminkan besarnya peran ekonomi dari ekosistem Grab di Indonesia. Satu dari empat penduduk Indonesia terhubung ke ekosistem Grab, baik sebagai pengguna, Mitra Pengemudi, Mitra Merchant, atau keluarga yang bergantung pada pendapatan dari Grab.

    Dengan semangat “Indonesia Terus Melaju”, Grab berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dan masyarakat, memperluas peluang alternatif pendapatan dan kewirausahaan, memperkuat daya saing bangsa, dan mempercepat transformasi ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

    Grab percaya bahwa dengan model kemitraan yang fleksibel, pendekatan berbasis teknologi, dan perlindungan sosial yang tepat, platform digital dapat menjadi solusi nyata dalam menghadapi tantangan ekonomi (sebagai bantalan sosial) dan membuka jalan menuju pertumbuhan yang lebih adil, merata, dan berkelanjutan.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply