markettrack.id – Peningkatan kolaborasi penelitian dan inovasi, partisipasi Indonesia dalam Horizon Europe, kerjasama sains dan teknologi Indonesia-Uni Eropa.
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) bersama dengan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan EURAXESS Worldwide for ASEAN, baru-baru ini menggelar Forum “EU-Indonesia: Strengthening Impactful Partnerships in Science and Technology”.
Acara penting ini diadakan di Grha Kemdiktiksaintek, Senayan dan menandai langkah maju dalam hubungan bilateral.
Forum ini secara spesifik bertujuan untuk meningkatkan partisipasi Indonesia di dalam Horizon Europe, program penelitian dan inovasi unggulan Uni Eropa yang diakui secara global.
Lebih dari 200 perwakilan dari berbagai universitas di Indonesia, kedutaan besar negara anggota Uni Eropa, institut penelitian, dan lembaga kemitraan internasional turut hadir, menunjukkan antusiasme yang tinggi terhadap prospek kerjasama ini.
Dalam pidato kuncinya, Sekretaris Jenderal (Sesjen) Kemdiktisaintek, Togar Mangihut Simatupang, menekankan urgensi kerja sama ilmiah internasional guna mengatasi beragam tantangan di bidang sains, teknologi, dan inovasi (STI) yang dihadapi Indonesia.
Ia menggarisbawahi beberapa area penting, termasuk dorongan untuk investasi penelitian dan pengembangan (R&D) yang lebih besar, penguatan sinergi antara dunia akademis dan industri, promosi inovasi inklusif hingga ke luar wilayah perkotaan, serta pembinaan bakat peneliti muda.
Senada dengan itu, Sesjen Togar menegaskan komitmen Kemdiktisaintek, “Kami berkomitmen untuk memposisikan Indonesia sebagai kontributor aktif dalam ekosistem STI global melalui Horizon Europe.”
Ia menambahkan, Kami yakin bahwa diplomasi sains dapat menjembatani antar benua, dan kami ingin melihat lebih banyak peneliti, universitas, dan inovator Indonesia yang berpartisipasi aktif dalam proyek-proyek di Eropa.”
Pernyataan ini menegaskan ambisi Indonesia untuk menjadi pemain kunci dalam kancah riset global.
Uni Eropa: Mitra Terpercaya dalam Inovasi
Melengkapi visi tersebut, Direktur Jenderal Sains dan Teknologi (Dirjen Saintek) Kemdiktisaintek, Ahmad Najib Burhani, dalam sambutan pembukanya, menyoroti peran strategis forum ini sebagai gerbang menuju kerja sama strategis yang selaras dengan tujuan pembangunan nasional Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa kemitraan ini tidak hanya berorientasi pada riset semata, tetapi juga mendukung agenda pembangunan berkelanjutan Indonesia.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Denis Chaibi, turut menegaskan kembali komitmen Uni Eropa sebagai mitra yang dapat diandalkan oleh Indonesia dalam mengembangkan jejaring sains dan inovasi yang berdampak. Ia secara spesifik menyebutkan program Horizon Europe sebagai sarana utama untuk kemitraan yang kokoh.
“Melalui program riset dan inovasi unggulan kami, yaitu Horizon Europe, Uni Eropa menekankan kembali komitmennya untuk mempertahankan kemitraan yang kokoh dengan Indonesia di bidang inovasi riset, sains, dan teknologi,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Duta Besar Chaibi menyampaikan undangan terbuka kepada para peneliti Indonesia, “Uni Eropa mengundang partisipasi para peneliti Indonesia dalam program Horizon Europe yang menawarkan peluang untuk membangun kemitraan internasional, akses ke fasilitas penelitian mutakhir, dan peluang untuk berkontribusi dalam menciptakan solusi yang berdampak pada tantangan global.”
Ini merupakan kesempatan emas bagi para peneliti Indonesia untuk memperluas jejaring dan mengakses sumber daya kelas dunia.
Membangun Pondasi Kerjasama Masa Depan
Forum ini juga menjadi ajang diskusi mendalam mengenai Horizon Europe Strategic Plan 2025-2027, membahas mekanisme pendanaan, tujuan Uni Eropa, serta berbagi testimoni sukses dari berbagai proyek Uni Eropa-Indonesia yang telah terwujud.
Kegiatan ini ditutup dengan sesi resepsi dan kesempatan berjejaring, yang secara efektif memfasilitasi terjalinnya kolaborasi di masa depan. Dengan inisiatif seperti ini, Indonesia dan Uni Eropa terus memperkuat hubungan mereka, membuka jalan bagi inovasi dan kemajuan bersama.
SF-Admin


