markettrack.id – Perkembangan pesat teknologi komputasi kuantum membawa tantangan baru bagi keamanan digital. Menyadari potensi ancaman ini, PT ITSEC Asia Tbk  mengambil langkah strategis dengan menghadirkan solusi enkripsi kuantum ke Indonesia.

    Inisiatif ini bertujuan untuk mempersiapkan Indonesia menghadapi era komputasi kuantum melalui implementasi post-quantum cryptography (PQC), sebuah sistem keamanan digital yang dirancang untuk tetap aman meskipun komputer kuantum telah digunakan secara luas.

    Saat ini, sistem keamanan digital mengandalkan enkripsi public-key seperti RSA dan ECC untuk melindungi berbagai aktivitas krusial, mulai dari transaksi keuangan, sistem rumah sakit, hingga komunikasi pemerintah.

    Namun, para ahli memperkirakan bahwa sistem enkripsi lama ini akan rentan dibobol ketika komputer kuantum menjadi umum. “Q-Day,” atau hari di mana enkripsi tradisional tidak lagi efektif, diprediksi akan terjadi dalam satu dekade mendatang.

    Untuk mengantisipasi ancaman tersebut, ITSEC Asia aktif mengembangkan dan menguji teknologi PQC agar dapat diimplementasikan di berbagai sektor vital.

    Bersama mitra teknologi global dan lembaga akademik, ITSEC melakukan pengujian langsung PQC untuk komunikasi aman, tanda tangan digital, dan penyimpanan data terenkripsi.

    Beberapa inovasi yang sedang dikembangkan meliputi: Quantum Entropy Appliance, Quantum Entropy-as-a-Service, dan Digital Quantum Key Distribution (DQKD).

    Patrick Rudolf Dannacher, Presiden Direktur ITSEC Asia, menyatakan, “Enkripsi yang kita gunakan saat ini tidak akan lagi memadai ketika komputer kuantum menjadi umum. Oleh karena itu, kami berinvestasi sejak dini pada teknologi yang tahan terhadap ancaman kuantum.”

    Ia menambahkan, “Kami ingin Indonesia menjadi salah satu negara di Asia Tenggara yang siap menghadapi era kuantum dengan aman, melalui inovasi, edukasi, dan implementasi nyata.”

    Sebagai bagian dari komitmen ini, ITSEC mendirikan ITSEC Cyber Academy pada tahun 2025. Akademi ini menawarkan pelatihan keamanan siber bersertifikasi internasional, termasuk pelatihan khusus PQC, bagi para profesional di Indonesia.

    Selain itu, ITSEC juga aktif menyosialisasikan pentingnya PQC melalui berbagai acara industri, termasuk ITSEC Cybersecurity Summit 2025.

    Di kancah global, negara-negara seperti Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Singapura telah mulai mengadopsi PQC melalui regulasi baru dan pembangunan infrastruktur.

    Di Indonesia, upaya pengembangan PQC baru dimulai oleh institusi seperti Universitas Pertahanan RI dan BRIN. Dengan membawa PQC ke Indonesia, ITSEC Asia berharap dapat memperkuat keamanan digital nasional dan membantu Indonesia bersiap menghadapi era komputasi kuantum di masa depan.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply