markettrack.id – Pameran kerja JobCity Job Fair 2025 telah dibuka secara resmi di Nareswara Ballroom, SMESCO Indonesia, Jakarta.
Acara ini diselenggarakan untuk memperkenalkan aplikasi JobCity ke publik dan mempertemukan para pencari kerja dengan pelaku usaha.
Pertemuan ini diharapkan mampu membangun ekosistem ketenagakerjaan yang lebih adaptif dan inklusif di era digital.
JobCity hadir membawa inovasi kecerdasan buatan (AI) untuk menjembatani kesenjangan dunia kerja, khususnya antara kebutuhan tenaga kerja Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dengan karakteristik generasi muda.
Hal ini diungkapkan oleh Direktur JobCity, Adi Witono, dalam sambutannya. Menurut Adi, UMKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia, sementara generasi Z adalah kekuatan kerja baru yang perlu dipersatukan. JobCity, dengan teknologi AI-nya, hadir untuk menyatukan dua dunia ini secara efisien dan bermakna.
Platform ini menggunakan teknologi AI untuk memetakan profil kandidat dan lowongan pekerjaan secara real-time.
Dengan demikian, UMKM dapat menemukan kandidat yang cocok dengan lebih cepat dan efisien—tanpa proses panjang dan biaya tinggi.
Sementara itu, pencari kerja mendapatkan pengalaman rekrutmen yang lebih transparan dan interaktif, sesuai dengan kebutuhan generasi digital.
Pemanfaatan AI ini tidak hanya sekadar alat bantu, tetapi juga sebuah jembatan yang memungkinkan interaksi lebih baik antara dua pihak yang sebelumnya sulit dipertemukan.
Inisiatif JobCity mendapat sambutan baik dari berbagai pihak, termasuk pemerintah. Koordinator Kemitraan dan Jejaring Pasar Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Sigit Ary Prasetyo, mengatakan dukungannya terhadap inisiatif ini.
Menurutnya, kita perlu lebih banyak platform yang berpihak pada efisiensi, keterbukaan, dan partisipasi semua lapisan tenaga kerja.
Ia juga menegaskan bahwa AI bukan pengganti manusia, melainkan alat untuk mempercepat koneksi antara manusia dan peluang kerja yang sesuai.
Dukungan juga datang dari Kementerian UMKM RI, yang diwakili oleh Asisten Deputi Pendampingan Inovasi dan Keberlanjutan Usaha, Edhi Kusdiarwoko Dwikuncono.
Edhi melihat JobCity bukan hanya platform digital yang baru, melainkan juga sebuah harapan untuk menjembatani kesenjangan antara kebutuhan dunia usaha dan pencari kerja.
Dari Deputi Kewirausahaan Kementerian UMKM, pihaknya mendukung JobCity sebagai sebuah keberlanjutan usaha yang sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja di sektor UMKM.
Menurut Edhi, ada sekitar 64,3 juta masyarakat Indonesia yang berprofesi sebagai pengusaha UMKM. Sinergi antara teknologi, UMKM, dan angkatan kerja muda sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi nasional.
Kerja sama ini akan membuka kemudahan akses sebagai bentuk kepedulian bersama untuk kemajuan teknologi UMKM, termasuk startup, dan angkatan kerja agar terus berkembang.
Kolaborasi ini juga bertujuan membangun dunia usaha Indonesia yang lebih berkualitas dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan global.
Sinergi ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa ekonomi digital dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat.
JobCity Job Fair 2025 tidak hanya menjadi ajang rekrutmen, tetapi juga ruang diskusi publik, kolaborasi lintas sektor, serta promosi transformasi digital di bidang ketenagakerjaan.
JobCity diharapkan dapat membantu para pelaku usaha UMKM untuk terus bertumbuh dan membangun Indonesia yang lebih berkualitas.
Acara ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah, didukung oleh teknologi, dapat menciptakan solusi yang efektif untuk masalah ketenagakerjaan.
SF-Admin


