markettrack.id – Musim wisuda tiba, dan ribuan lulusan baru siap terjun ke dunia kerja. Jobstreet by SEEK hadir mendukung mereka melalui inisiatif #NextMillionJobs, berkomitmen membuka satu juta peluang kerja online.

    Langkah ini vital untuk menyerap tenaga kerja, termasuk lulusan baru, dan menggerakkan ekonomi nasional.

    Meskipun proyeksi IMF menunjukkan sedikit peningkatan kemiskinan di Indonesia, data BPS justru memberikan kabar baik. Angka kemiskinan terbuka pada tahun 2024 menurun di hampir semua tingkat pendidikan, terutama perguruan tinggi.

    Ini menunjukkan bahwa lulusan sarjana memiliki prospek kerja yang lebih baik dibanding lulusan sekolah menengah, meskipun tantangan bagi lulusan SLTA Umum dan Kejuruan masih ada.

    Sawitri Soedarno, Head of Country Marketing Indonesia, Jobstreet by SEEK, menekankan pentingnya membekali lulusan baru dengan keterampilan relevan di tengah perubahan pasar kerja.

    Ia juga menyoroti ketahanan pasar kerja Indonesia; 75% responden studi mereka menyatakan pasar kerja tetap aktif sepanjang tahun 2024. Optimisme ini menjadi sinyal positif bagi para pencari kerja muda.

    Laporan Eksklusif SEEK “Hiring, Compensation and Benefit 2025” mengungkap optimisme kuat di pasar tenaga kerja Indonesia.

    Sebanyak 42% responden memprediksi aktivitas pasar kerja akan lebih tinggi di paruh kedua 2025, dan 39% memperkirakan akan sama aktifnya.

    Optimisme ini menciptakan momentum positif bagi lulusan baru, yang harus bersiap dengan keterampilan relevan, khususnya di era AI.

    Menariknya, 71% perusahaan kini menganggap pengetahuan AI sebagai aset berharga dalam rekrutmen. Sawitri Soedarno menambahkan, “Data ini menekankan pentingnya lulusan baru untuk menguasai keterampilan AI dasar sebagai nilai tambah kompetitif.” Jobstreet by SEEK mendukung ini melalui fitur KarirKu, yang membantu pengembangan kemampuan profesional.

    Selain AI, kesetaraan dan inklusi (DEI) juga menjadi kunci. Laporan SEEK menunjukkan 56% perusahaan telah menerapkan prinsip DEI, dan lebih banyak lagi akan menyusul.

     Sawitri Soedarno menjelaskan bahwa penerapan perekrutan yang adil ini menguntungkan kandidat karena memberikan kesempatan setara, dengan fokus pada kompetensi dan keahlian, bukan diskriminasi.

    Tips Memaksimalkan Peluang: Platform Resmi dan Adaptasi Lulusan Baru

    Untuk menghadapi maraknya penipuan lowongan kerja, Jobstreet by SEEK mendorong pencari kerja untuk selalu menggunakan platform resmi.

    Platform ini tidak hanya menjamin keamanan dan keabsahan lowongan, tetapi juga didukung teknologi AI untuk mempercepat pencocokan kandidat dengan perusahaan.

    Bagi perusahaan, merekrut lulusan baru menawarkan perspektif segar. Laporan SEEK “Decoding Global Talent 2024: GenAI Edition” menunjukkan hanya 5% profesional yang percaya pekerjaan mereka akan digantikan AI; sebagian besar mengantisipasi perubahan yang memerlukan pengembangan keterampilan baru.

    Sawitri Soedarno menegaskan, “Lulusan baru sebenarnya memiliki keuntungan karena belum terikat pada cara kerja tradisional dan lebih adaptif terhadap teknologi baru.”

    Jobstreet by SEEK juga mengidentifikasi lima ekspektasi utama lulusan baru, berdasarkan laporan “Decoding Global Talent 2024: Tren Mobilitas Pekerja”:

    1. Jalur Pengembangan Karier yang Jelas: Keinginan untuk berkembang di perusahaan bereputasi baik.
    2. Keseimbangan Kehidupan-Kerja (Work-Life Balance): Prioritas utama bagi pekerja Indonesia.
    3. Peluang Reskilling: Minat kuat untuk eksplorasi karier baru.
    4. Jaminan Stabilitas: Pentingnya keamanan kerja di tengah ketidakpastian ekonomi.
    5. Fleksibilitas Kerja: Peningkatan minat terhadap kerja jarak jauh.

    Memahami ekspektasi ini akan membantu perusahaan menarik talenta lulusan baru dan membangun ekosistem kerja yang lebih kondusif.

    Dengan persiapan yang tepat dan pemanfaatan platform resmi, lulusan baru siap menyambut peluang di pasar kerja yang dinamis ini.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply