markettrack.id – PT Blue Bird Tbk (BIRD) menunjukkan performa gemilang di tahun 2024. Dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 28% dibandingkan tahun sebelumnya, Bluebird menegaskan posisinya sebagai pemimpin pasar yang adaptif dan inovatif.
Apresiasi terhadap para pemegang saham juga diwujudkan melalui pembagian dividen tunai sebesar Rp120 per lembar saham, sebuah bukti nyata dari kinerja yang konsisten dan komitmen untuk menciptakan nilai jangka panjang.
Direktur Utama Bluebird, Adrianto (Andre) Djokosoetono, mengungkapkan bahwa tahun 2024 adalah tahun ketiga berturut-turut bagi Bluebird untuk mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dua digit.
Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan ketahanan perusahaan dalam menghadapi tantangan industri, tetapi juga kemampuan mereka untuk beradaptasi dengan kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.
Fokus pada efisiensi operasional, kualitas layanan yang prima, dan komitmen terhadap keberlanjutan menjadi pilar utama yang menopang pertumbuhan ini.
Secara spesifik, Pendapatan Bersih Bluebird pada tahun 2024 mencapai Rp5 triliun, meningkat 14% dari tahun sebelumnya.
Laba bersih melonjak hingga lebih dari Rp593 miliar, menandakan kenaikan signifikan sebesar 28% dari tahun 2023.
Sementara itu, EBITDA juga menunjukkan peningkatan positif sebesar 9% secara tahunan, mencapai lebih dari Rp1,2 triliun.
Kinerja keuangan yang solid ini didukung oleh ekspansi armada yang terencana dan optimalisasi operasional di seluruh jaringan.
Pada akhir 2024, total armada Bluebird tersebar di 20 kota dengan sekitar 24.200 unit, bertambah sekitar 1.200 unit dari tahun sebelumnya.
Apresiasi Pemegang Saham: Dividen Meningkat dan Alokasi Strategis
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Kamis (19/6), disetujui pembagian dividen tunai sebesar Rp120 per lembar saham.
Total dividen yang dibagikan mencapai Rp300,2 miliar, mewakili 51% dari laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk Perseroan untuk tahun buku 2024.
Dividen ini akan dibagikan kepada pemegang saham yang tercatat pada 2 Juli 2025, dengan pembayaran dijadwalkan pada 11 Juli 2025.
Sisa laba bersih sebesar Rp284,9 miliar akan dialokasikan untuk memperkuat struktur permodalan perusahaan serta mendukung kebutuhan belanja modal dan pengembangan strategis di tahun berjalan, menunjukkan prudentia dalam pengelolaan keuangan.
Sepanjang tahun 2024, Bluebird secara aktif memperkuat strategi transformasinya yang berbasis pada konsep 3M: multi-product, multi-channel, dan multi-payment. Beberapa inisiatif penting yang diluncurkan meliputi:
- Ekspansi Produk: Peluncuran Cititrans Busline untuk mobilitas premium antarkota, serta perluasan layanan Bus Rapid Transit (BRT) di kota-kota strategis seperti Nusantara dan Medan.
- Layanan Fleksibel: Pengenalan MyBluebird Subscription Plan dan layanan Hourly Charter untuk memenuhi kebutuhan pelanggan korporat maupun individu dengan skema yang lebih fleksibel.
- Kemudahan Akses dan Pembayaran: Integrasi pemesanan melalui aplikasi MyBluebird, WhatsApp, dan mitra ride-hailing, ditambah dengan kemudahan pembayaran melalui berbagai metode nontunai.
Di sektor teknologi, Bluebird terus berinvestasi dalam pengembangan sistem AI Mapping dan IoT untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan armada, mempercepat waktu respons, serta mengoptimalkan efisiensi bahan bakar dan operasional.
Inovasi lainnya termasuk peluncuran fitur point-to-point untuk layanan Goldenbird dan penyempurnaan program loyalitas pelanggan melalui sistem poin terbaru.
Sebagai bagian integral dari visinya dalam menciptakan transportasi berkelanjutan, Bluebird secara konsisten menjalankan program keberlanjutan yang terangkum dalam tiga pilar: BlueSky, BlueLife, dan BlueCorps.
- BlueSky: Fokus pada pengurangan jejak karbon dengan pengoperasian sekitar 337 unit kendaraan listrik dan perluasan infrastruktur pendukung seperti SPKLU di Bali. Bluebird menargetkan pengurangan emisi karbon hingga 50% pada tahun 2030 melalui kombinasi armada listrik, CNG, dan optimasi rute.
- BlueLife: Komitmen terhadap kesejahteraan sosial melalui alokasi dana sekitar Rp8,5 miliar sepanjang 2024 untuk program-program sosial seperti Beasiswa Bluebird Peduli, Kartini Bluebird, dan Wellness Ride bagi komunitas disabilitas.
- BlueCorps: Penguatan tata kelola perusahaan dengan penerapan ISO 27001:2022 dan berbagai penghargaan nasional yang diraih dalam kategori keberlanjutan dan keterbukaan informasi.
Penguatan Tata Kelola dan Prospek Masa Depan
RUPST 2025 juga menyetujui perubahan susunan anggota Dewan Komisaris, dengan mengangkat Noni Purnomo sebagai Wakil Komisaris Utama. Langkah ini diambil untuk memperkuat tata kelola dan arah strategis perusahaan ke depan.
Andre Djokosoetono menyimpulkan, “Tahun 2025 akan menjadi momentum penting bagi Bluebird untuk tetap relevan dan kompetitif di era mobilitas modern. Kami akan terus mengembangkan armada yang lebih ramah lingkungan, memperluas kemitraan kanal digital, serta menghadirkan layanan-layanan yang adaptif dan inklusif.”
“Fokus kami tetap pada pertumbuhan yang berkelanjutan dan menjadikan Bluebird sebagai solusi mobilitas yang #SelaluDiandelin,” tutup Andre
Dengan strategi yang jelas dan komitmen yang kuat, Bluebird siap melanjutkan perjalanan inovasinya dan terus melayani masyarakat Indonesia.
SF-Admin


