markettrack.id – PT Trisula International Tbk (TRIS), perusahaan di sektor tekstil dan garmen, berhasil mencatatkan kinerja yang gemilang di semester pertama tahun ini.
Angka penjualan naik 10% menjadi Rp767,86 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini didorong oleh segmen manufaktur, distribusi, dan ritel.
Perusahaan berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp51,58 miliar, meningkat tajam 20% secara tahunan.
Peningkatan ini menunjukkan strategi bisnis yang solid. Pencapaian ini menegaskan posisi TRIS sebagai pemain utama dalam industri tekstil.
Keberhasilan TRIS tidak lepas dari strategi diversifikasi pasar ekspor yang efektif. Australia dan Selandia Baru menjadi tujuan ekspor utama, sementara pasar ekspor lainnya tersebar luas. Ini membuktikan ketangguhan perusahaan dalam menghadapi dinamika pasar global.
Penurunan tarif impor Amerika Serikat dari 32% menjadi 19% memberikan dampak positif, terutama karena Amerika merupakan salah satu pasar ekspor penting bagi TRIS.
Meskipun demikian, perusahaan tetap tidak bergantung pada satu pasar saja. Mereka terus memperluas jangkauan ke negara lain.
Direktur Utama TRIS, Widjaya Djohan, menjelaskan bahwa diversifikasi pasar ekspor adalah strategi utama. Strategi ini memperkuat ketahanan bisnis perusahaan. Pendekatan ini memungkinkan perusahaan untuk terus tumbuh secara stabil.
Trisula International juga berkomitmen pada pelayanan personal. Mereka menyediakan produk yang disesuaikan dengan preferensi pelanggan. Langkah ini bertujuan menjaga loyalitas pelanggan dan meningkatkan daya saing produk di pasar global.
Perusahaan berencana melanjutkan momentum positif ini. Mereka akan fokus pada peningkatan kualitas produk. Sinergi antar anak usaha juga akan diperkuat untuk mencapai hasil yang maksimal.
TRIS juga memanfaatkan fleksibilitasnya dalam memenuhi kebutuhan pelanggan. Mereka melayani pesanan tanpa minimum order. Pesanan kustomisasi pun dilayani sesuai permintaan pelanggan.
SF-Admin


