markettrack.id – PT Bank Maybank Indonesia Tbk baru saja menyelesaikan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun 2026.
Pertemuan ini menghasilkan keputusan krusial mengenai restrukturisasi jajaran komisaris dan direksi perusahaan.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam memperkuat agenda pertumbuhan berkelanjutan perusahaan, yang dikenal dengan strategi ROAR30. Manajemen berkomitmen menjadikan institusi ini sebagai mitra keuangan regional yang kompetitif.
Selain perubahan kepemimpinan, agenda rapat juga menyepakati alokasi penggunaan laba bersih tahun buku 2025.
Perusahaan memutuskan untuk membagikan dividen tunai kepada para pemegang saham sebagai bentuk apresiasi atas kinerja finansial tahun lalu.
Transformasi Kepemimpinan Strategis
RUPST resmi mengangkat Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid sebagai Presiden Komisaris Maybank Indonesia.
Pengangkatan ini disertai dengan penunjukan Dato’ Sri Khairussaleh Ramli dan Dr. Hasnita Dato’ Hashim sebagai Komisaris, serta Mariana Husin sebagai Direktur Perseroan.
Struktur Dewan Komisaris saat ini terdiri dari Presiden Komisaris Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid, didampingi Komisaris Dato’ Sri Khairussaleh Ramli, Datuk Lim Hong Tat, serta Dr. Hasnita Dato’ Hashim. Posisi Komisaris Independen diisi oleh Hendar, Putut Eko Bayuseno, Marina R. Tusin, dan Daniel James Rompas.
Jajaran Direksi kini dipimpin oleh Steffano Ridwan sebagai Presiden Direktur. Anggota direksi lainnya meliputi Irvandi Ferizal, Effendi, Widya Permana, Bambang Andri Irawan, Shaiful Adhli Yazid, Yessika Effendi, Romy Hardiansyah, Bianto Surodjo, dan Mariana Husin.
Dewan Pengawas Syariah tetap menjalankan fungsinya dengan susunan Ketua M. Sa’ad Ih, serta anggota Sodikun dan Ahmad Satori.
Rapat juga menyetujui pengakhiran masa jabatan Edwin Gerungan sebagai Komisaris dan Ricky Antariksa sebagai Direktur.
Perlu dicatat, pengangkatan Dato’ Zulkiflee Abbas Abdul Hamid, Dr. Hasnita Dato’ Hashim, dan Mariana Husin berlaku efektif setelah mendapatkan persetujuan Otoritas Jasa Keuangan. Selama proses tersebut, para pihak terkait tetap menjalankan wewenang sesuai regulasi yang berlaku.
Alokasi Laba dan Penguatan Permodalan
Bank menetapkan penggunaan laba bersih tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2025 dengan total Rp1.657.366.285.038. Sebanyak 35 persen atau maksimal Rp580.078.199.763 dialokasikan sebagai dividen tunai.
Setiap saham akan mendapatkan nilai dividen sebesar Rp7,61106. Sisanya, sebesar Rp1.077.288.085.275 atau 65 persen dari laba bersih, akan dibukukan sebagai laba ditahan.
Laba ditahan tersebut bertujuan mendukung penguatan permodalan serta pengembangan usaha di masa depan.
Maybank Indonesia berencana terus mengoptimalkan jaringan global dan pemahaman pasar lokal untuk mendukung sektor keuangan Indonesia.
SF-Admin


