markettrack.id – Di tengah pesatnya adopsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor, Hari Apresiasi AI yang jatuh pada 16 Juli menjadi momentum strategis untuk menilai sejauh mana teknologi ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas, terutama di level komunitas dan organisasi akar rumput.
Menjawab tantangan tersebut, Campaign #ForABetterWorld bersama Yayasan Dunia Lebih Baik dan Talenesia meluncurkan inisiatif #ResponsibleAIFutures.
Ini adalah program pelatihan dan penguatan kapasitas digital berbasis AI untuk organisasi sosial di Indonesia.
Program ini digerakkan melalui sebuah tantangan sosial yang mengajak publik untuk berpartisipasi langsung mendukung pelatihan AI yang etis dan inklusif.
William Gondokusumo, CEO Campaign #ForABetterWorld, menjelaskan bahwa AI bukan hanya milik korporasi besar. Teknologi ini harus bisa diakses dan dimaknai oleh semua pihak, termasuk NGO dan komunitas lokal yang bekerja langsung di akar rumput.
Hari AI adalah waktu yang tepat untuk menegaskan bahwa partisipasi publik bisa mendorong penggunaan teknologi secara lebih adil dan bertanggung jawab.
Berangkat dari semangat kolaborasi dan pemerataan akses teknologi, #ResponsibleAIFutures hadir sebagai respons konkret terhadap kesenjangan literasi dan pemanfaatan AI di sektor non-profit.
Inisiatif ini tidak hanya menghadirkan pelatihan teknis, tetapi juga memperkuat cara pandang kritis terhadap penggunaan AI agar sejalan dengan nilai-nilai sosial yang dijunjung tinggi oleh komunitas akar rumput.
Dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, program ini dirancang untuk membekali organisasi sosial agar lebih adaptif, reflektif, dan berdaya dalam memanfaatkan teknologi untuk perubahan yang berdampak.
Pilar Utama #ResponsibleAIFutures: Edukasi, Monitoring, Kolaborasi
Program ini mengusung tiga pilar utama:
- Edukasi Prinsip AI Bertanggung Jawab: Memperkenalkan konsep penggunaan AI yang etis, transparansi pemetaan data, mitigasi bias, dan dampak sosial yang berkelanjutan.
- Monitoring & Evaluasi (MnE) Berbasis Data: Mengenalkan organisasi sosial untuk mampu mengukur dampak program mereka dengan memakai alat AI secara tepat dan akurat.
- Kolaborasi Lintas Sektor: Menjadi wadah bagi organisasi sosial dengan pakar teknologi untuk bertukar pikiran dan menemukan solusi.
Sebagai fondasi utama inisiatif #ResponsibleAIFutures, ketiga pilar ini membentuk kerangka strategis untuk memperkuat kapasitas organisasi sosial dalam menghadapi era AI.
Edukasi membuka akses terhadap pemahaman prinsip-prinsip etika dan risiko teknologi, sementara pendekatan Monitoring & Evaluasi berbasis data mendorong penggunaan AI secara presisi untuk menilai dampak sosial.
Pilar kolaborasi menghadirkan ruang interaksi antara aktor sosial dan pakar teknologi, guna mendorong terciptanya solusi yang relevan, kontekstual, dan berpihak pada kepentingan publik.
Melalui pendekatan ini, Campaign #ForABetterWorld berharap organisasi sosial tidak hanya menjadi pengguna pasif, tetapi juga pelaku aktif yang kritis dan adaptif terhadap perkembangan AI.
Aldo Massali, CEO Talenesia, menyampaikan bahwa bagi perusahaannya, investasi terbesar bukan hanya pada teknologi, tetapi pada manusianya.
Melalui #ResponsibleAIFutures, Talenesia ingin mendorong transformasi sosial yang dimulai dari peningkatan kapasitas SDM di sektor non-profit agar siap memimpin perubahan di era AI.
Ia menambahkan bahwa organisasi sosial memiliki pengetahuan kontekstual dan kedekatan dengan masyarakat yang sangat penting dalam penerapan teknologi secara etis.
Oleh karena itu, pemberdayaan mereka bukan hanya relevan, tapi juga krusial untuk memastikan AI benar-benar bermanfaat bagi semua lapisan.
Peserta program memperoleh akses ke modul pelatihan dari pakar AI dan MnE, serta pendampingan dalam mengaplikasikan AI di program sosial mereka.
Selain itu, Campaign #ForABetterWorld dan Talenesia juga menekankan pentingnya kolaborasi agar solusi AI yang diterapkan tidak merugikan kelompok rentan. Ini sejalan dengan tren global menuju “AI for Social Good”, di mana AI tidak hanya didorong untuk kepentingan bisnis, tetapi juga kesejahteraan masyarakat luas.
Melalui kampanye #ResponsibleAIFutures, Campaign #ForABetterWorld dan Talenesia, bersama 9 Organisasi Sosial, telah mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk turut ambil bagian dalam mendorong penggunaan AI yang bertanggung jawab dan inklusif.
Sebanyak lebih dari 2000 aksi sosial telah didapatkan dengan mengikuti tantangan sosial di aplikasi Campaign #ForABetterWorld, dan 626 orang sudah mendukung pelatihan AI, Monitoring & Evaluasi (MnE), Manajemen Finansial, serta pendampingan bagi organisasi akar rumput agar mampu memanfaatkan teknologi dengan adil, transparan, dan berkelanjutan.
Aksi sederhana dari Anda bisa membawa perubahan besar—mewujudkan masa depan AI yang berpihak pada keadilan sosial dan mendukung NGO yang berhak menerima manfaat tambahan dari Talenesia dan Campaign #ForABetterWorld.
SF-Admin


