markettrack.id – PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL), emiten teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang telah berpengalaman lebih dari 50 tahun, menargetkan diri sebagai pemain terbesar di bidang Data dan AI (Artificial Intelligence) di Indonesia. Fokus MTDL terbagi dalam dua bidang usaha utama: solusi & konsultasi, serta distribusi TIK.
“Target ini sejalan dengan tren digitalisasi nasional dan kebutuhan perusahaan terhadap solusi berbasis data,” ungkap Presiden Direktur MTDL, Susanto Djaja.
Ia menambahkan bahwa MTDL saat ini sudah menempati posisi tiga besar di pasar industri data dan IT Indonesia, dengan ambisi untuk menjadi yang terbesar dalam tiga tahun ke depan.
Target ambisius MTDL didasari oleh perhitungan matang dan perkembangan teknologi yang mendukung, terutama teknologi Cloud.
Adopsi Cloud telah mengubah model penghasilan proyek IT dari transaksi besar satu kali menjadi pendapatan berulang melalui sistem langganan (subscription).
Model ini tidak hanya menjamin keberlanjutan kinerja keuangan, tetapi juga mempermudah penentuan target dan perkiraan pertumbuhan.
MTDL unggul karena mampu menyediakan berbagai platform dari beragam brand, berbeda dengan kompetitor yang umumnya hanya berfokus pada satu brand atau platform. Ini memungkinkan pelanggan untuk melakukan “one-stop shopping” di MTDL.
Di sektor AI, MTDL melihat potensi pertumbuhan bisnis yang sangat besar. Kemampuan MTDL dalam menyajikan data valid mengenai perilaku konsumen akan sangat membantu pelanggan dalam mengambil keputusan bisnis, menjadikannya peluang pertumbuhan yang menjanjikan.
Hingga saat ini, MTDL telah mengembangkan lebih dari 100 use case data & AI dengan dukungan sekitar 100 konsultan, mencatat pertumbuhan di sektor ini sebesar 20-30%.
Implementasi yang dilakukan mencakup machine learning, deep learning, dan generative AI, seperti perkiraan permintaan untuk produk susu dan fesyen, serta efisiensi operasional di perusahaan telekomunikasi.
Keseriusan MTDL dalam mencapai target ini tercermin dari langkah strategis yang diambil. Salah satunya adalah pembentukan perusahaan patungan dengan FPT Information System (FPT-IS), perusahaan IT terkemuka asal Vietnam.
Perusahaan patungan bernama PT FPT Metrodata Indonesia (FMI) ini mulai beroperasi sejak awal tahun dan berfokus pada keamanan siber, dengan rencana ekspansi ke solusi berbasis AI dan pengembangan perangkat lunak di masa depan.
Selain itu, PT Mitra Integrasi Informatika (MII), anak usaha MTDL, telah meluncurkan Center of Excellence (CoE) bersama Confluent.
CoE ini bertujuan untuk mendorong transformasi digital berbasis data streaming real-time di Indonesia. Berfungsi sebagai laboratorium eksperiensial, pusat pelatihan, inovasi, dan kolaborasi, CoE ini didukung tim ahli dan sumber daya khusus.
CoE Confluent menawarkan eksplorasi use case seperti deteksi fraud real-time, modernisasi data warehouse, hingga visualisasi data operasional.
Dari sisi kinerja keuangan, MTDL mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,5 triliun pada kuartal pertama tahun ini, tumbuh 9,2% secara year-on-year (YoY).
Laba bersih juga menunjukkan peningkatan sebesar 4,3% YoY, mencapai Rp153,7 miliar. Dengan strategi yang terarah, kolaborasi yang kuat, dan fokus pada inovasi bernilai tinggi, target MTDL untuk menjadi pemain data & AI terbesar di Indonesia dalam tiga tahun ke depan tampak sangat realistis.
SF-Admin


