markettrack.id – Penyakit kritis kini tidak lagi hanya menyerang usia lanjut. Gaya hidup yang kurang sehat seperti pola makan buruk, kurangnya aktivitas fisik, serta paparan polusi tinggi, menjadi pemicu masalah kesehatan serius pada usia muda.
Data WHO tahun 2021 menunjukkan sepuluh penyakit penyebab kematian tertinggi di Indonesia mencakup stroke, penyakit jantung, dan diabetes, yang semakin banyak dikaitkan dengan gaya hidup modern. Ini menegaskan bahwa penyakit kritis merupakan penyebab utama kematian di Indonesia.
Melihat fakta ini, FWD Insurance menyoroti urgensi pengelolaan risiko kesehatan sejak dini, terutama bagi generasi muda. Irene Dewi, Direktur dan Chief Bancassurance Officer FWD Insurance, menjelaskan bahwa penyakit kritis seperti diabetes dan stroke kini sering ditemukan pada usia 20-an dan 30-an.
Proses pengobatannya yang panjang, mahal, dan seringkali berdampak pada produktivitas, bahkan bisa menyebabkan seseorang berhenti bekerja, menjadikan proteksi kesehatan sebagai kebutuhan esensial.
Dalam FWD Vodcast Blak-Blakan bertajuk “KRITIS Kendalikan Risiko Tangkal Penyakit Serius”, terungkap bahwa banyak generasi muda merasa “masih sehat” dan belum memprioritaskan proteksi tambahan.
Mereka cenderung lebih fokus pada keuntungan finansial dan gaya hidup, padahal kebiasaan seperti konsumsi makanan cepat saji, kurang olahraga, dan stres tinggi justru meningkatkan risiko penyakit kritis.
FWD Insurance, sebagai perusahaan asuransi jiwa yang berorientasi pada nasabah dan didukung teknologi digital, menekankan bahwa perencanaan proteksi harus sejalan dengan perubahan gaya hidup dan literasi keuangan.
Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan rutin dan evaluasi perencanaan keuangan menjadi penting untuk menghadapi ketidakpastian hidup.
Data nasional menunjukkan peningkatan kasus penyakit kritis sebesar 30% pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya, dari 23 juta menjadi hampir 30 juta kasus.
Ini menggarisbawahi pentingnya kesadaran akan kesehatan sejak dini dan persiapan perlindungan finansial yang tepat.
Tanpa perencanaan matang, penyakit kritis tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga dapat mengganggu stabilitas ekonomi pribadi dan keluarga.
Untuk mempermudah masyarakat melindungi diri, FWD Insurance menghadirkan FWD Multiple Protection, sebuah solusi perlindungan menyeluruh terhadap penyakit kritis.
Produk ini memberikan manfaat perlindungan hingga usia 80 tahun dengan berbagai keunggulan. Nasabah akan mendapatkan manfaat meninggal dunia sebesar 100% dari jumlah uang pertanggungan.
Selain itu, manfaat penyakit kritis mayor sebesar 100% dapat diklaim hingga maksimal tiga kali untuk kelompok penyakit kritis mayor yang berbeda.
Ada juga manfaat penyakit kritis minor sebesar 20% dari uang pertanggungan jika terdiagnosis salah satu dari 15 penyakit kritis minor.
Keunggulan lain dari FWD Multiple Protection adalah manfaat pembebasan premi, di mana kewajiban membayar premi akan dibebaskan setelah pertama kali didiagnosis penyakit kritis mayor.
Menariknya, terdapat manfaat akhir masa asuransi, yaitu 100% premi yang telah dibayarkan akan dikembalikan jika tidak ada diagnosis penyakit kritis mayor hingga usia 80 tahun.
Produk ini juga menawarkan pilihan masa pembayaran premi 5, 10, atau 20 tahun, disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi finansial nasabah, dengan premi tetap selama masa pembayaran.
Produk FWD Multiple Protection juga tersedia di seluruh cabang OCBC di Indonesia, berkat kolaborasi dengan bank rekanan FWD Insurance.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadikan solusi perlindungan ini lebih relevan dan mudah diakses oleh masyarakat Indonesia.
Irene menegaskan, “Menjaga kesehatan bukan hanya soal mencegah penyakit, tapi juga menjaga stabilitas finansial, produktivitas, dan ketenangan pikiran dari risiko yang mungkin muncul. Melalui FWD Multiple Protection, FWD Insurance ingin mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi, dan mengajak mereka mewujudkan Celebrate living dengan menjalani hidup tanpa rasa khawatir.”
SF-Admin


