markettrack.id – Dinamika pasar properti yang terus berubah menuntut semua pihak untuk selalu mengikuti tren terkini.
Baik bagi individu yang berencana membeli rumah pertama, investor yang mencari peluang, maupun pengembang yang ingin memperluas bisnis, memahami arah pasar adalah kunci.
Laporan terbaru dari Pinhome menunjukkan pergeseran signifikan yang dipicu oleh tren gaya hidup dan kebutuhan hunian yang lebih personal.
Pinhome mempresentasikan temuan-temuan penting dalam laporan Pinhome Indonesia Residential Market Report Semester 1 2025.
Laporan ini tidak hanya mengupas preferensi konsumen dan dinamika penawaran-permintaan, tetapi juga membuka wawasan tentang peluang di sektor komersial.
Temuan ini dibahas secara mendalam dalam sebuah talk show bertajuk “Tren Properti Pendukung Gaya Hidup Urban: Koperasi Flat & Active Lifestyle.”
Beberapa pembicara ahli hadir dalam acara tersebut, termasuk Dayu Dara Permata, CEO & Founder Pinhome, Marco Kusumawijaya, Pendiri Rujak Center for Urban Studies, dan Dewi Damajanti Widjaja, Head of Mortgage Permata Bank.
Diskusi ini mengungkap bagaimana kebutuhan akan hunian yang terjangkau dan gaya hidup aktif membentuk lanskap properti di Indonesia.
Laporan Pinhome menunjukkan adanya pergeseran strategis dalam penyediaan hunian premium. Pengembang kini lebih banyak membangun di kawasan penyangga ibu kota, seperti BSD, PIK, dan Sentul.
Inventaris rumah menengah atas, dengan harga antara Rp 1,5-3 Miliar, naik 34% secara tahunan. Sementara itu, rumah mewah yang harganya di atas Rp 3 Miliar tumbuh 17% dari tahun sebelumnya.
Di sisi lain, permintaan properti premium melonjak di kawasan industri. Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang menjadi magnet baru.
Peningkatan daya beli para ekspatriat yang bekerja di sektor manufaktur dan otomotif mendorong permintaan hunian berkualitas tinggi di dekat tempat kerja mereka.
Selain sektor residensial, pasar properti komersial juga menunjukkan pertumbuhan. Peningkatan inventaris lahan komersial tercatat di Jabodetabek (24%) dan Bali Raya (42%). Fenomena ini didorong oleh tren gaya hidup aktif.
Misalnya, popularitas olahraga padel memicu konversi lahan menjadi fasilitas olahraga. Hal ini membuka peluang bisnis baru dan menggerakkan sektor properti komersial.
Dayu Dara Permata, CEO & Founder Pinhome, mengungkapkan bahwa tren ini mendorong konversi lahan menjadi fasilitas olahraga dan gaya hidup lainnya, menciptakan peluang bisnis baru. Selain Jabodetabek dan Bali, beberapa kota lain juga mulai menarik minat investor properti.
Kota-kota seperti Bandung, Surakarta, Yogyakarta, dan Malang dilirik karena tingkat persaingan yang masih relatif rendah.
Kondisi ini memberikan kesempatan bagi investor untuk masuk lebih awal dan memanfaatkan potensi pertumbuhan jangka menengah hingga panjang.
Transformasi Strategi Pembiayaan
Perilaku konsumen dalam memilih pembiayaan juga mengalami perubahan. Data internal Pinhome mencatat kenaikan 5% pada transaksi KPR Take Over di semester pertama 2025 dibandingkan semester sebelumnya.
Pertumbuhan ini didorong oleh dua faktor utama. Pertama, adanya penurunan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia pada Januari dan Mei 2025. Penurunan ini memberikan sinyal positif bagi calon pembeli, karena KPR menjadi lebih terjangkau.
Kedua, pemilik KPR lama yang mengambil pinjaman dengan bunga tetap saat pandemi (2020-2022) kini menghadapi kenaikan suku bunga mengambang yang signifikan.
Kenaikan ini membuat mereka mencari opsi pembiayaan baru yang lebih menguntungkan melalui KPR Take Over.
Selain KPR Take Over, tren pembiayaan juga bergeser ke arah KPR Syariah. Transaksi KPR Syariah meningkat 4% pada periode yang sama.
Kenaikan ini mencerminkan semakin beragamnya kebutuhan konsumen yang mencari skema pembiayaan yang selaras dengan prinsip-prinsip personal mereka.
Dewi Damajanti Widjaja, perwakilan dari Permata Bank, menyatakan bahwa bank mereka juga mengalami peningkatan permintaan KPR Take Over.
Menurutnya, KPR Take Over menjadi pilihan menarik bagi nasabah yang ingin mendapatkan bunga rendah kembali atau membutuhkan penambahan pinjaman.
Dia juga menambahkan bahwa Permata Bank menawarkan berbagai produk KPR untuk memenuhi preferensi nasabah yang berbeda-beda.
Inovasi Hunian Berbasis Komunitas
Salah satu temuan paling menarik dalam laporan Pinhome adalah keberhasilan Hunian Koperasi Flat Menteng. Proyek ini digagas oleh Marco Kusumawijaya sebagai solusi hunian terjangkau di pusat kota.
Menurut Marco, proyek ini tidak berorientasi pada investasi, melainkan pada pemenuhan kebutuhan dasar akan tempat tinggal. Dengan selesainya penyusunan peraturan yang relevan, konsep ini kini dapat direplikasi.
Pinhome telah mengidentifikasi beberapa area potensial lainnya untuk proyek serupa. Berdasarkan analisis data internal, terjadi lonjakan signifikan dalam permintaan sewa di Pancoran (46%) dan Kebayoran Lama (24%) di semester pertama 2025.
Peningkatan ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap hunian kolektif berbasis komunitas di wilayah tersebut.
Keberhasilan proyek di Menteng dan tingginya minat di area lain menunjukkan bahwa pasar properti mulai beradaptasi dengan model hunian yang lebih inovatif dan terjangkau.
Konsep hunian berbasis komunitas ini menjadi solusi menarik untuk mengatasi tantangan ketersediaan tempat tinggal di kota-kota besar.
SF-Admin


