markettrack.id – Di tengah upaya berbagai perusahaan mengembangkan AI, muncul pertanyaan yang lebih sulit: bagaimana melakukannya tanpa kehilangan kendali atas biaya, kepatuhan, dan infrastruktur?

    Pertanyaan inilah yang menjadi fokus dari acara Red Hat Tech Day: Jakarta, yang digelar hari ini oleh Red Hat, mempertemukan para pelanggan, mitra, serta para pengambil keputusan IT dari seluruh Indonesia.

    Alih-alih hanya berfokus pada visi, acara ini lebih menitikberatkan pada eksekusi: bagaimana organisasi benar-benar mengimplementasikan AI, memodernisasi aplikasi, serta menavigasi lingkungan hybrid yang semakin kompleks. 

    Red Hat Tech Day: Jakarta memberikan kesempatan kepada para peserta untuk melihat lebih dekat berbagai pengumuman, produk, dan rilis terbaru dari Red Hat, serta mendapatkan perspektif dari para pemimpin industri mengenai AI, virtualisasi, otomatisasi, dan modernisasi aplikasi.

    Sepanjang acara, peserta akan mendengar langsung pengalaman dari pelanggan dan mitra, berinteraksi dengan para ahli Red Hat, mengikuti sesi interaktif lab dan demo, serta bertukar wawasan dengan sesama profesional yang menghadapi tantangan serupa.

     Diselenggarakan di Mandarin Oriental Jakarta, acara ini mengupas berbagai perubahan struktural yang telah membentuk ulang enterprise IT, meliputi:

    • Munculnya Model-as-a-Service, seiring dengan upaya organisasi untuk mengembangkan AI sembari tetap selaras dengan persyaratan regulasi yang semakin ketat.
    • Realitas dalam memodernisasi infrastruktur virtualisasi yang lama guna mendukung hybrid cloud dalam skala besar.
    • Serta pergeseran melampaui AIOps menuju “ZeroOps,” di mana otomatisasi diharapkan semakin mendekati operasional yang sepenuhnya otonom.

    Salah satu sorotan utama tahun ini adalah kehadiran para pemenang Red Hat Innovation Award—PT Bussan Auto Finance dan PT Pegadaian (Persero)—yang berbagi perjalanan transformasi mereka secara praktis. 

    Bussan Auto Finance akan memaparkan transisinya dari arsitektur monolitik ke lingkungan hybrid cloud-native, yang memungkinkan siklus deployment menjadi jauh lebih cepat.

    Sementara itu, PT Pegadaian mengambil sudut pandang yang berbeda, dengan menyoroti realitas operasional dan aspek manusia dalam mengimplementasikan otomatisasi terpusat di jaringan yang besar dan tersebar, sehingga dapat mengurangi beban kerja manual sekaligus meningkatkan responsivitas.

    Acara dibuka dengan sambutan dari Vony Tjiu, Country Manager Red Hat Indonesia, dilanjutkan oleh keynote speaker Steve Shirkey, Director, AI Platform, Asia Pacific, Red Hat.

    Dalam sesinya, ia membahas tentang kekhawatiran yang semakin meningkat di kalangan perusahaan: bagaimana mengadopsi AI tanpa terjebak dalam ekosistem satu vendor saja.

    Bertajuk “Innovate freely, operate efficiently: Build on a unified AI and application platform,” keynote ini akan mengeksplorasi bagaimana platform terbuka dapat memberikan fleksibilitas bagi organisasi untuk memperluas skala AI dan aplikasi, sekaligus tetap menjaga kendali atas biaya dan kepatuhan.

    Di berbagai sesi diskusi dalam Red Hat Tech Day: Jakarta, akan dikupas secara lebih mendalam bagaimana implementasi nyata open source AI, bagaimana perusahaan mulai meninjau ulang strategi virtualisasi dan modernisasi, serta realitas dalam mengembangkan otomatisasi di lingkungan yang semakin kompleks.

    Agenda-agenda itu juga meliputi pembahasan tentang bagaimana pengembangan aplikasi terus berevolusi dalam arsitektur hybrid dan multi-cloud.

    Selain itu, acara ini menghadirkan sesi hands-on lab, pameran solusi, serta kesempatan untuk bertukar pikiran dan pengalaman secara langsung dengan para peserta yang telah melalui perjalanan transformasi serupa.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply