markettrack.id – Pasar global suplemen makanan dan nutrisi (FSN), yang mencakup minuman tinggi protein, minuman yang diperkaya nutrisi, serta suplemen fungsional, diproyeksikan mencapai sekitar USD 758,99 miliar pada tahun 2034, dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) sebesar 7% secara global.

    Dengan latar belakang ekspansi global yang stabil ini, Indonesia semakin muncul sebagai pasar yang sangat dinamis di kawasan Asia Pasifik.

    Pasar suplemen makanan di Indonesia bernilai sekitar USD 2,53 miliar pada tahun 2024 dan diproyeksikan mencapai sekitar USD 4,86 miliar pada tahun 2030, mencerminkan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan (CAGR) yang kuat sekitar 11,6%.

    Pertumbuhan ini didorong oleh meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, kenaikan pendapatan yang dapat dibelanjakan, serta pergeseran menuju nutrisi preventif.

    Untuk membantu merek memahami harapan konsumen yang terus berkembang di kawasan ini dengan lebih baik, Tetra Pak melakukan riset global terbaru yang menelaah motivasi dan preferensi yang membentuk perkembangan kategori ini ke depan.

    Temuan tersebut menunjukkan adanya pergeseran prioritas konsumen secara global yang semakin luas, yang turut membentuk kembali pasar FSN.

    Manfaat emosional dan preferensi lokal kini semakin memengaruhi permintaan, selain alasan fungsional yang selama ini menjadi faktor utama.

    Riset ini juga menunjukkan bahwa konsumen beralih ke produk FSN tidak hanya karena kemampuannya menyelaraskan dengan gaya hidup modern, tetapi juga karena rasa aman secara emosional, aspiratif, dan berbasis performa yang ditawarkan oleh produk-produk tersebut.

    Konsumen menginginkan nutrisi yang sesuai dengan gaya hidup mereka

    Di seluruh Asia Pasifik, manfaat kesehatan fungsional tetap menjadi faktor utama yang mendorong permintaan dalam kategori FSN.

    Pada saat yang sama, wawasan dari riset global menunjukkan bahwa kepastian emosional, bahan-bahan alami, serta kesesuaian dengan gaya hidup semakin memengaruhi keputusan pembelian.

    Preferensi yang terus berkembang ini juga membuka peluang bagi merek yang beroperasi di pasar seperti Indonesia.

    Konsumen di seluruh APAC semakin menjadikan produk FSN sebagai bagian dari pendekatan yang lebih menyeluruh terhadap kesejahteraan.

    Motivasi utama yang mendorong konsumsi meliputi:

    • Mendukung kesehatan fisik (62%)
    • Memastikan kebutuhan nutrisi harian terpenuhi (61%)
    • Menjaga tingkat energi sepanjang hari yang padat (48%)

    Bagi konsumen Indonesia yang menghadapi jadwal kerja yang padat serta mobilitas perkotaan yang tinggi, menjaga tingkat energi yang stabil dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian menjadi prioritas yang semakin penting.

    Kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung menjadi pusat permintaan utama, didukung oleh meningkatnya konsumsi kelas menengah serta pesatnya pertumbuhan e-commerce dan platform kesehatan digital.

    Kanal-kanal ini membuat produk FSN semakin mudah diakses, terutama bagi konsumen milenial dan Gen Z yang mencari solusi kesehatan preventif yang praktis.

    Selain manfaat fisik, produk FSN juga dinilai membantu meningkatkan kesejahteraan mental (28% konsumen APAC) serta mendukung penampilan atau kebugaran (23%).

    Rasa juga tetap menjadi faktor penting, dengan 23% responden menyebut kenikmatan sebagai salah satu pendorong konsumsi.

    Hal ini menegaskan pentingnya pengembangan produk yang mampu menyeimbangkan manfaat fungsional dengan daya tarik rasa.

    Faktor emosional juga semakin memengaruhi pilihan konsumen. Secara global, 42% konsumen menyatakan bahwa mereka mengonsumsi produk FSN untuk merasa lebih memiliki kendali atas kesehatan mereka, sementara 39% mencari rasa aman bahwa kebutuhan nutrisi mereka terpenuhi, dan 30% ingin merasa lebih seimbang atau kurang stres.

    Temuan ini menunjukkan bahwa bagi banyak konsumen, produk nutrisi tidak hanya memberikan manfaat fisik tetapi juga menghadirkan rasa percaya diri dan ketenangan dalam menjaga kesehatan sehari-hari.

    Pertimbangan praktis juga terus memengaruhi perilaku konsumen di APAC. Sekitar 21% konsumen menghargai kepraktisan saat beraktivitas di luar rumah, sementara 19% ingin menghemat waktu dalam menyiapkan makan atau camilan, faktor yang sangat relevan dengan gaya hidup perkotaan Indonesia yang serba cepat.

    Format cair semakin diminati, dengan 59% konsumen menyatakan ketertarikan terhadap produk FSN siap minum (ready-to-drink).

    Daya tariknya terletak pada kepraktisan dalam kehidupan sehari-hari:

    • Tidak memerlukan persiapan tambahan
    • Mudah disimpan
    • Cocok untuk gaya hidup yang sibuk dan aktif

    Tren ini sejalan dengan fakta bahwa masyarakat Indonesia telah lama mengenal suplemen cair dan berbahan herbal.

    Kini, produk tersebut semakin dilengkapi oleh minuman protein, vitamin, dan minuman fungsional siap minum modern yang memadukan kepraktisan dengan formulasi yang didukung oleh bukti ilmiah.

    John Jose, Marketing Director Tetra Pak Malaysia, Singapore, Philippines & Indonesia (MSPI), mengatakan: “Kepraktisan tetap menjadi harapan dasar. Bagi merek di seluruh Asia Pasifik, ini menjadi untuk memimpin melalui format yang praktis dan formulasi inovatif yang mampu memenuhi harapan yang terus berkembang sekaligus memberikan nilai lebih bagi konsumen.”

    Namun, lanjutnya, “Ketertarikan terhadap kategori ini jauh melampaui sekadar kemudahan. Dengan 62% konsumen memprioritaskan kesehatan fisik dan 61% menggunakan produk FSN untuk memastikan kebutuhan nutrisi harian mereka terpenuhi, kami melihat adanya pergeseran yang jelas menuju produk berbasis nilai yang mendukung kesejahteraan jangka panjang.”

    Studi ini juga mengidentifikasi sejumlah tantangan utama bagi konsumen yang dapat diatasi melalui kemasan, mulai dari sensitivitas harga dan kepercayaan konsumen hingga kepraktisan format dan transparansi bahan.

    Pelabelan yang jelas, komunikasi yang transparan, serta format kemasan praktis dapat membantu membangun kepercayaan sekaligus mendukung gaya hidup yang sibuk.

    Kerangka regulasi di Indonesia mengharuskan produk makanan dan minuman yang difortifikasi untuk didaftarkan dan diberi label secara jelas, termasuk pengungkapan bahan secara lengkap serta kepatuhan terhadap standar keamanan nasional.

    Pengawasan regulasi ini memperkuat kepercayaan konsumen dan menegaskan pentingnya solusi kemasan yang transparan di pasar yang berkembang pesat.

    Tren konsumen juga semakin menegaskan kebutuhan ini: 21% konsumen APAC menghargai kepraktisan saat beraktivitas di luar rumah, sementara 19% beralih ke produk FSN untuk menghemat waktu dalam menyiapkan makan atau camilan.

    Hal ini menyoroti pentingnya solusi kemasan yang menawarkan kemudahan konsumsi di suhu ruang, praktis dibawa ke mana saja, serta mampu menjaga kualitas dan keamanan produk.

    Melalui riset terbarunya, Tetra Pak bertujuan untuk mendukung perusahaan makanan dan minuman di Indonesia dalam mengembangkan penawaran produk yang terdiferensiasi, mampu menghadirkan manfaat fungsional sekaligus nilai emosional dalam kategori yang ditandai oleh inovasi yang cepat dan ekspektasi konsumen yang terus berkembang.

    John Jose menambahkan: “Temuan ini memberikan arah yang jelas bagi merek yang ingin bertumbuh di pasar FSN APAC yang berkembang pesat.”

    “Dengan menyelaraskan diri dengan preferensi lokal serta menghadirkan solusi praktis yang mendukung nutrisi dan kesejahteraan sehari-hari, terutama ketika 21% konsumen menghargai kepraktisan saat beraktivitas di luar rumah, merek dapat membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen sekaligus membuka peluang pertumbuhan yang berkelanjutan,” pungkasnya

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply