markettrack.id – Internet, dengan segala kemudahan dan konektivitasnya, telah menjadi medan pertempuran baru bagi bisnis dan individu melawan gelombang penipuan digital yang masif.

    SEON hadir di garis depan peperangan ini, membawa misi fundamental: menjadikan internet tempat yang lebih aman untuk berbisnis.

    Dengan solusi teknologi mutakhir, mereka membantu perusahaan digital membuat keputusan krusial tentang siapa pelanggan yang sah dan siapa yang berpotensi menjadi penipu, scammer, atau pelaku kejahatan finansial.

    Ancaman Menggila: Penipuan Digital Setara Ekonomi G7

    Laju pertumbuhan ekonomi digital yang pesat, terutama pasca-pandemi, membawa serta peningkatan tajam dalam upaya penipuan.

    Sejak awal pandemi, penipuan digital melonjak hingga 80% dan terus meningkat hingga hari ini. Angka ini menggambarkan skala masalah yang mengejutkan.

    Jika penipuan daring diibaratkan sebagai entitas ekonomi dengan Produk Domestik Bruto (PDB) dari semua aktivitas penipuan, nilainya akan setara dengan negara-negara G7—bahkan berpotensi menempati posisi tiga besar ekonomi dunia. Pertumbuhan tahunannya pun mencapai 37%, menunjukkan ancaman yang terus membesar.

    Masalah utama bagi sebagian besar perusahaan adalah biaya pemulihan yang signifikan akibat penipuan. Kerugian finansial bukan satu-satunya beban; ada pula biaya operasional untuk merekrut personel, memelihara sistem deteksi penipuan, serta membayar vendor solusi.

    Bahkan, koordinasi dengan bank pasca-insiden juga memakan sumber daya. Secara historis, biaya operasional terkait penanganan penipuan ini dapat menggerogoti 5 hingga 6% dari total pendapatan perusahaan, sebuah angka yang tidak bisa diabaikan.

    Selama ini, metode pencegahan penipuan yang digunakan perusahaan seringkali kurang efisien. Mereka kerap mengandalkan tumpukan spreadsheet dan berbagai sistem terpisah yang menyediakan intelijen sinyal.

    Analisis data seperti sidik jari perangkat atau pengayaan informasi pelanggan—misalnya, menggabungkan alamat e-mail dengan data lain—merupakan upaya yang kompleks.

    Bisnis kesulitan menentukan mana pelanggan baik atau buruk tanpa menciptakan banyak hambatan dalam customer journey.

    Revolusi AI SEON: Solusi Tunggal untuk Membedakan Pelanggan

    Menjawab tantangan ini, SEON menciptakan produk revolusioner yang berfungsi sebagai satu sistem terpadu. Solusi ini memungkinkan bisnis digital membedakan pelanggan yang baik dan buruk tanpa menambah kerumitan dalam perjalanan pelanggan.

    Inilah yang membedakan SEON dari solusi lama di pasar, menyediakan satu jawaban komprehensif untuk masalah penentuan identitas pelanggan.

    Lebih jauh lagi, SEON adalah perusahaan terkemuka secara global yang bergerak menuju penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk pencegahan penipuan secara otonom.

    Perusahaan ini memaksimalkan peran machine learning (ML) dan large language models (LLM) untuk melakukan sebagian besar pekerjaan.

    Pendekatan ini membantu bisnis digital mengatasi kebutuhan akan banyak orang, spreadsheet, dan beragam sistem yang berbeda, yang selama ini menjadi penghambat.

    Bagaimana sistem ini bekerja? Bayangkan saat Anda mengunduh aplikasi di ponsel. Ada titik-titik kontak tertentu: pendaftaran dengan alamat e-mail, nomor telepon, kartu kredit (seperti saat membuat akun Grab).

    Kemudian, Anda masuk untuk memesan layanan, melakukan deposit, atau mengubah akun. Pada setiap interaksi ini, risiko penipuan mengintai.

    SEON mengambil semua data yang diperoleh dari pelanggannya, digabungkan dengan data yang masuk langsung dari API dan SDK mereka.

    Data ini kemudian diproses melalui berbagai model machine learning untuk menghasilkan skor khusus. Jadi, ketika pelanggan SEON terhubung dengan API, mereka mengirimkan informasi yang relevan, dan SEON secara real-time memberi tahu apakah transaksi atau pendaftaran tersebut terindikasi penipuan atau tidak.

    Data unik yang menjadi keunggulan SEON adalah kemampuan mereka menganalisis kartu kredit, rekening bank, serta meninjau daftar Politically Exposed Persons (PEP), individu yang dikenai sanksi, daftar kejahatan, daftar pengawasan, dan semua data Anti-Money Laundering (AML) yang tersedia.

    Selain itu, mereka menganalisis sidik jari perangkat secara mendalam: jenis sistem operasi, merek dan model perangkat, hingga jenis huruf, tingkat baterai, dan apakah ada panggilan telepon aktif saat itu.

    Tidak hanya data statis, SEON juga menganalisis perilaku pelanggan. Ini berarti mereka mengamati apakah pengguna menavigasi aplikasi layaknya individu sah, atau lebih menyerupai agen AI/bot.

    Analisis jaringan juga dilakukan untuk mendeteksi perangkat lunak berbahaya, Virtual Private Network (VPN), serta proxy dan residential proxy.

    Mereka bahkan memeriksa geolokasi untuk memastikan konsistensi lokasi ponsel dengan koneksi Wi-Fi, serta menganalisis nomor telepon untuk mendapatkan nama operator dan home location record.

    Salah satu kemampuan yang sangat istimewa adalah pemeriksaan alamat e-mail secara real-time. SEON menjelajahi seluruh internet untuk melihat siapa saja yang mengetahui alamat e-mail tersebut.

    Semua informasi ini dirangkum menjadi apa yang disebut jejak digital pelanggan. Jejak digital inilah yang dianalisis untuk menentukan apakah seseorang adalah pelanggan yang baik atau berpotensi menjadi pelaku kejahatan.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply