markettrack.id – Trend Micro, pemimpin global dalam keamanan siber, memperkenalkan pendekatan baru yang revolusioner untuk menghadapi ancaman digital.
Teknologi Digital Twin mereka memungkinkan perusahaan mensimulasikan serangan siber di lingkungan virtual. Hal ini bertujuan untuk menguji pertahanan yang ada dan menyempurnakan strategi keamanan secara proaktif.
Dengan teknologi ini, organisasi dapat memvisualisasikan berbagai risiko di infrastruktur mereka secara akurat. Mereka juga dapat menguji berbagai skenario serangan di dalam lingkungan yang aman. Simulasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa pertahanan siber selalu selangkah lebih maju dari para peretas.
Pergeseran dari evaluasi berkala ke simulasi cerdas yang berkelanjutan menandai langkah maju yang signifikan.
Pendekatan ini memungkinkan tim keamanan untuk mengambil keputusan berdasarkan data yang akurat. Dengan begitu, perusahaan dapat memperkuat lingkungan digitalnya dan meminimalkan potensi gangguan bisnis.
Atasi Tantangan Keamanan Modern
Model keamanan berbasis Digital Twin ini adalah yang pertama di industri. Teknologi ini menggabungkan simulasi infrastruktur secara presisi dengan kecanggihan agentic AI dari Trend Micro.
Melalui simulasi yang berkelanjutan, tim keamanan dapat mengambil keputusan cepat untuk meningkatkan ketahanan siber.
Frank Dickson, Group Vice President, Security & Trust di IDC, menekankan pentingnya pendekatan ini. Ia menyatakan bahwa teknologi Digital Twin memperkenalkan model operasional baru.
Ini adalah sebuah siklus simulasi serangan dan validasi pertahanan, yang sangat berharga untuk memastikan organisasi tetap selangkah lebih maju dalam menghadapi ancaman siber.
Teknologi ini juga didukung oleh akselerasi komputasi dari NVIDIA dan perangkat lunak NVIDIA AI Enterprise. Dukungan ini memungkinkan penerapan model agentic AI yang optimal dan skalabel. Solusi ini menawarkan fleksibilitas infrastruktur yang dapat di-hosting secara mandiri.
Digital Twin dari Trend Micro membantu organisasi mengelola risiko proaktif di seluruh infrastruktur. Pendekatan ini berlaku mulai dari sistem on-prem hingga cloud, dan dari IT ke OT.
Hal ini memungkinkan pelanggan membuat keputusan yang lebih matang dan memperkuat operasi keamanan di seluruh organisasi.
Simulasi ancaman dan taktik oleh agen AI di dalam Digital Twin sangat membantu dalam perencanaan skenario. Hal ini dilakukan jauh sebelum insiden nyata terjadi.
Manfaat lainnya adalah tim keamanan dapat menguji perangkat, kebijakan, atau perubahan arsitektural di lingkungan virtual. Ini akan menghasilkan keputusan investasi yang lebih tepat.
Selain itu, simulasi skenario kegagalan bisnis yang krusial juga dapat dilakukan. Hal ini dapat menunjukkan bagaimana alur data dan proses pengambilan keputusan dapat terpengaruh oleh gangguan sistem.
Pendekatan ini adalah bagian dari inovasi berkelanjutan dari Trend Micro. Tujuannya adalah untuk membantu para profesional keamanan memanfaatkan AI dan menutup kesenjangan keahlian yang ada.
Rachel Jin, Chief Enterprise Platform Officer di Trend Micro, menambahkan bahwa Digital Twin mereka memberdayakan pelanggan untuk mensimulasikan ancaman dan memvalidasi kontrol keamanan dengan aman. Ini dilakukan tanpa mengganggu sistem produksi.
SF-Admin


