markettrack.id – Vietjet telah mengambil langkah-langkah signifikan di bulan Agustus untuk memperkuat posisinya sebagai maskapai pelopor di Asia.

    Pencapaian ini menegaskan komitmen mereka terhadap inovasi dan layanan yang berkelanjutan. Tiga tonggak penting dicapai, yang menunjukkan visi jangka panjang perusahaan.

    Langkah strategis tersebut mencakup peresmian fasilitas perawatan pesawat canggih dan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan.

    Selain itu, mereka juga kembali meraih penghargaan sebagai tempat kerja terbaik. Ini membuktikan bahwa Vietjet tidak hanya fokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada kesejahteraan karyawan.

    Dengan inisiatif ini, Vietjet secara konsisten memimpin industri penerbangan di Asia. Maskapai ini berkomitmen untuk memberikan pengalaman terbang yang berkualitas sambil mengedepankan tanggung jawab lingkungan. Upaya tersebut menjadikannya mitra tepercaya bagi para pelancong di seluruh dunia.

    Pusat Perawatan dan Rekayasa Pesawat Modern

    Sebagai bagian dari perayaan Hari Nasional Vietnam, Vietjet memulai pembangunan fasilitas baru. Pusat Perawatan dan Rekayasa Pesawat mutakhir ini berlokasi di Bandara Internasional Long Thanh. Pembangunannya merupakan bagian dari 80 inisiatif strategis perusahaan.

    Investasi sebesar hampir 100 juta dolar AS ini akan menempati Hanggar 3 dan 4. Lokasi ini berada di bandara utama Vietnam. Fasilitas modern tersebut dibangun sesuai standar internasional.

    Fasilitas itu dirancang untuk melayani hingga 10 pesawat secara bersamaan. Pusat ini akan mendukung ekspansi armada Vietjet. Hal ini juga akan membantu operasional maskapai lain, baik domestik maupun internasional.

    Keberadaan pusat perawatan ini memperkuat posisi Vietnam sebagai pusat penerbangan regional. Investasi ini menunjukkan visi jangka panjang Vietjet. Perusahaan memiliki komitmen kuat dalam membangun infrastruktur berkelanjutan.

    Mendorong Penggunaan Bahan Bakar Berkelanjutan

    Vietjet menjalin kemitraan dengan Petrolimex Aviation. Kemitraan ini berhasil menerima 1.200 meter kubik Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF). Bahan bakar tersebut dicampur di Depot Minyak Nha Be, Vietnam.

    SAF yang digunakan sepenuhnya memenuhi standar ISCC Uni Eropa. Pencapaian ini mengikuti penerbangan perdana dengan SAF pada Oktober 2024. Ini menegaskan komitmen Vietjet untuk mengurangi emisi karbon.

    Upaya ini mendukung Strategi Pertumbuhan Hijau Nasional Vietnam. Selain itu, sejalan dengan target nol karbon global pada tahun 2050. To Viet Thang, Wakil Presiden Tetap Vietjet, menyatakan komitmen tersebut.

    Ia menegaskan, “Perjanjian antara Vietjet dan Petrolimex Aviation menggarisbawahi komitmen kami. Kami berkomitmen terhadap pembangunan yang ramah lingkungan. Dengan ekspansi armada modern, Vietjet akan meningkatkan penggunaan SAF.”

    Vietjet ingin mendorong transisi hijau, baik di Vietnam maupun dunia. Pemanfaatan SAF ini sangat strategis. Uong Viet Dung, Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Vietnam, menjelaskan.

    Ia menuturkan, “Pemanfaatan SAF yang dicampur di dalam negeri mampu membuka jalan. Jalan bagi rantai pasokan domestik yang berkelanjutan.” Hal ini juga memenuhi tuntutan pasar internasional.

    Inisiatif ini memperkuat sinergi antara berbagai pihak. Maskapai, penyedia bahan bakar, regulator, dan lembaga keuangan bekerja sama. Tujuannya untuk memperluas penggunaan SAF di Vietnam.

    SAF mampu memangkas emisi karbon hingga 80%. Bahan bakar ini diproduksi dari bahan baku terbarukan. Contohnya, minyak jelantah, limbah pertanian, dan sampah perkotaan.

    Diakui sebagai Tempat Kerja Terbaik

    Selaras dengan kemajuan dalam pengembangan infrastruktur dan keberlanjutan, Vietjet kembali mendapatkan pengakuan. Maskapai ini dinobatkan sebagai “Best Workplace in Asia”. Penghargaan ini diberikan pada HR Asia Awards 2025.

    Ini adalah kelima kalinya secara berturut-turut Vietjet menerima penghargaan tersebut. Konsistensi ini menunjukkan budaya kerja perusahaan. Budaya kerja yang berorientasi pada karyawan.

    Vietjet mempekerjakan lebih dari 9.000 tenaga profesional. Mereka berasal dari 60 negara. Tenaga kerja ini beroperasi di Vietnam dan pasar internasional.

    Sebagai bagian dari komitmennya, Vietjet berinvestasi pada sumber daya manusia. Mereka menyediakan layanan kesehatan komprehensif. Kebijakan kesejahteraan juga diterapkan dengan kuat.

    Program pengembangan profesional juga tersedia. Dukungan keluarga yang menyeluruh juga diberikan. Semua ini demi kesejahteraan karyawan.

    Vietjet Aviation Academy menyediakan pelatihan berstandar internasional. Pelatihan ini dibimbing oleh para pakar global. Kantor dan fasilitas modern perusahaan juga dirancang untuk mendukung kolaborasi.

    Fasilitas itu juga mempromosikan kesejahteraan dan kreativitas karyawan. Dengan layanan langsung, Vietjet mencakup lebih dari 145 rute. Rute ini berada di kawasan Asia Pasifik.

    Vietjet menghubungkan Jakarta dan Bali dengan Hanoi serta Ho Chi Minh City. Perjalanan menjadi bebas hambatan. Dari Vietnam, wisatawan Indonesia bisa melanjutkan perjalanan dengan mudah.

    Mereka dapat melanjutkan ke berbagai destinasi populer di Asia Pasifik. Jaringan penerbangan Vietjet dikenal terjangkau dan nyaman.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply