markettrack.id – Vietjet melaporkan pertumbuhan yang kuat dan positif pada kuartal ketiga tahun 2025 dengan pencapaian 97% dari target rencana bisnis tahunan serta mempertahankan tren pertumbuhan yang stabil.

    Maskapai ini terus menghadirkan pengalaman terbang yang mudah diakses, terjangkau, dan menyenangkan bagi penumpang di seluruh Asia Pasifik, termasuk bagi wisatawan Indonesia melalui empat layanan langsung yang menghubungkan Jakarta dan Bali dengan Hanoi serta Ho Chi Minh City.

    Pendapatan transportasi udara Vietjet pada kuartal III mencapai VND16,728 triliun (sekitar IDR 10,18 triliun), dengan laba sebelum pajak sebesar VND393 miliar (sekitar IDR 240 miliar).

    Selama sembilan bulan pertama tahun 2025, Vietjet membukukan pendapatan transportasi udara sebesar VND52,329 triliun (sekitar IDR 33,2 triliun) dan laba sebelum pajak VND1,987 triliun (sekitar IDR 1,25 triliun), meningkat 28% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Pendapatan konsolidasi pada periode yang sama mencapai VND52,769 triliun (sekitar IDR 33,5 triliun), dengan laba konsolidasi VND2,051 triliun (sekitar IDR 1,3 triliun), tumbuh 17% secara tahunan.

    Pendapatan tambahan yang mencakup layanan nilai tambah seperti bagasi, makanan, pemilihan kursi, dan lainnya mencapai VND6,893 triliun (sekitar IDR 4,3 triliun) atau 41% dari total pendapatan udara, menunjukkan pertumbuhan 19% dibandingkan tahun sebelumnya.

    Didorong oleh hasil kinerja keuangan yang kuat dan positif, Dewan Direksi Vietjet menyetujui pembagian dividen saham sebesar 20%, menegaskan profitabilitas yang konsisten serta komitmen jangka panjang perusahaan dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi para pemegang saham.

    Perluasan jaringan internasional dengan efisiensi tinggi

    Vietjet terus memperkuat konektivitas regional melalui pembukaan rute internasional baru, termasuk layanan Da Nang–Kuala Lumpur yang baru diluncurkan serta operasional penerbangan langsung dari Jakarta dan Bali menuju Hanoi dan Ho Chi Minh City.

    Langkah ini memberikan kemudahan bagi wisatawan Indonesia untuk mengakses jaringan domestik Vietjet yang luas dan menghubungkan dengan berbagai destinasi populer lainnya di Vietnam, seperti  Da Nang, Phu Quoc, dan Hue.

    Ekspansi berkelanjutan ini tidak hanya memperkuat peluang pariwisata dan perdagangan antara Indonesia dan Vietnam, tetapi juga mendukung hubungan budaya dan ekonomi yang lebih erat di kawasan Asia Tenggara.

    Hingga 30 September 2025, Vietjet mengoperasikan 219 rute (169 internasional dan 50 domestik), melayani 21,5 juta penumpang dengan 98 armada pesawat.

    Tingkat keterisian kursi mencapai 86%, sementara keandalan teknis berada di angka 99,72%, menjadikan Vietjet salah satu maskapai dengan performa terbaik di kawasan.

    Seiring berlanjutnya momentum pertumbuhan, Vietjet juga tengah berinvestasi dalam sejumlah proyek, seperti Pusat Pemeliharaan Pesawat modern di Bandara Internasional Long Thanh, penerapan Bahan Bakar Penerbangan Berkelanjutan (SAF), serta pengembangan sumber daya manusia melalui Vietjet Aviation Academy.

    Dengan dukungan tren pasar yang positif, harga bahan bakar yang stabil, serta fondasi teknologi dan keuangan yang kuat, Vietjet optimistis akan mempertahankan pertumbuhan yang solid pada tahun 2026.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply