markettrack.id – Bank Neo Commerce (BNC) mencetak kinerja keuangan yang mengesankan pada Semester I 2025. Bank digital ini berhasil membukukan laba bersih Rp276,05 miliar, berbalik dari kerugian di periode sebelumnya. Pencapaian ini menandakan perbaikan fundamental operasional yang kuat.
Perolehan laba didukung oleh peningkatan efisiensi yang signifikan. Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menurun drastis menjadi 84,81%. Ini menunjukkan kemampuan BNC dalam mengelola pengeluaran dengan lebih efektif.
Manajemen BNC menyatakan hasil ini adalah bukti strategi yang tepat. Fokus pada penguatan pondasi bisnis dan pengembangan aset sehat telah membuahkan hasil. Ini termasuk perbaikan manajemen risiko dan efisiensi operasional.
Di tengah dinamika pasar, BNC berhasil mempertahankan kinerja keuangan yang sehat. Rasio profitabilitas seperti Return on Assets (ROA) dan Return on Equity (ROE) menunjukkan peningkatan tajam. ROA naik menjadi 3,09% dan ROE melonjak ke 15,62%.
Kualitas aset juga membaik, terlihat dari penurunan rasio kredit bermasalah (NPL) gross menjadi 3,10%. Penurunan NPL net menjadi 0,32% mencerminkan keberhasilan Bank dalam mengelola risiko kredit. Meskipun total aset sedikit menurun, fokus Bank tetap pada pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan.
Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk, Eri Budiono, menjelaskan Bank terus berupaya memperluas bisnis secara pruden.
Ini termasuk menyiapkan berbagai produk dan layanan baru bagi nasabah. Salah satu produk unggulan adalah Neo Pinjam, fasilitas pinjaman digital.
Komposisi Dana Pihak Ketiga (DPK) menunjukkan tren positif pada giro, meningkat 44,7% secara tahunan. Ini mengindikasikan peningkatan kepercayaan nasabah terhadap layanan transaksi BNC. Bank juga terus mengembangkan produk dan layanan keuangan yang komprehensif.
Eri Budiono menambahkan, BNC sedang menyiapkan layanan wealth management yang lebih lengkap. Fitur-fitur aplikasi neobank juga akan terus ditingkatkan. Tujuannya adalah memberikan pengalaman perbankan yang optimal dan mulus bagi nasabah setia.
Modal inti dan ekuitas BNC terus tumbuh, masing-masing mencapai Rp3,67 triliun dan Rp3,89 triliun. Hal ini menunjukkan posisi permodalan Bank yang semakin kuat, didukung oleh rasio Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 41,27%. Pencapaian laba bersih di Semester I 2025 menjadi tonggak penting perjalanan Bank.
Bank optimis akan terus berkembang melalui inovasi produk dan perluasan layanan digital. Peningkatan kualitas operasional dan pelayanan juga menjadi prioritas.
BNC berkomitmen memperkuat budaya organisasi yang dinamis dan berorientasi inovasi. Bank ini siap memimpin sebagai institusi keuangan yang tangguh dan terpercaya di era perbankan digital.
SF-Admin

