markettrack.id – Ferrero Group resmi merilis Sustainability Report untuk tahun fiskal 2024/25 guna menunjukkan komitmen keberlanjutan menjadi aksi nyata. Laporan yang dirilis bertepatan dengan perayaan 80 tahun Ferrero ini menyoroti integrasi inisiatif keberlanjutan di seluruh lini bisnis.
Melalui momentum ini, perusahaan juga memperkenalkan penguatan kerangka Ferrero Farming Values sebagai pendekatan utama dalam pengadaan bahan baku. Langkah strategis tersebut diambil untuk memperkuat ketahanan rantai pasok secara menyeluruh.
Terkait hal tersebut, President of Ferrero Group Giovanni Ferrero menyatakan bahwa keberhasilan jangka panjang perusahaan berkaitan erat dengan kesejahteraan masyarakat dan ekosistem.
Pemimpin tertinggi Ferrero Group itu juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung inisiatif perlindungan sumber daya alam bagi generasi mendatang.
Selaras dengan visi itu, kerangka Ferrero Farming Values dibangun berdasarkan lima elemen utama, termasuk ketertelusuran rantai pasok dan sertifikasi.
Pendekatan terstruktur ini diterapkan secara konsisten pada bahan baku utama seperti kakao, minyak sawit, hazelnut, kopi, dan produk susu.
Di sisi lain, Chief Executive Officer of Ferrero Group Lapo Civiletti menjelaskan bahwa kerangka ini efektif memperkuat akuntabilitas pemasok.
Pimpinan operasional Ferrero Group itu menambahkan bahwa sistem tersebut sangat membantu perusahaan dalam beradaptasi dengan karakteristik masing-masing rantai pasok.
Berdasarkan laporan capaian, bahan baku utama Ferrero kini telah mencapai tingkat ketertelusuran yang sangat tinggi. Tercatat komoditas biji kopi telah mencapai 100% ketertelusuran, sementara kakao, minyak sawit, dan hazelnut seluruhnya telah melampaui angka 97%.
Selain itu, sebanyak 230.000 poligon rantai pasok telah dianalisis sesuai dengan European Union Deforestation Regulation (EUDR).
Mayoritas volume bahan baku tersebut juga diperoleh melalui skema sertifikasi independen seperti Rainforest Alliance dan RSPO.
Tidak hanya fokus pada bahan baku, Ferrero terus memperluas kemitraan sosial bersama Save the Children di Pantai Gading. Hubungan kerja sama ini ditargetkan mampu menjangkau 235 komunitas penghasil kakao pada tahun 2030 mendatang.
Mengenai pengelolaan lingkungan, perusahaan berhasil meluncurkan Decarbonization Hub untuk merancang peta jalan dekarbonisasi fasilitas produksi.
Langkah ini didukung oleh kampanye pengumpulan data emisi Scope 3 dengan tingkat partisipasi pemasok mencapai 93%.
Hasilnya, emisi gas rumah kaca Scope 1 dan Scope 2 berhasil dikurangi sebesar 7,2% dibandingkan tahun sebelumnya. Keberhasilan pengurangan emisi tersebut didorong oleh 24 fasilitas produksi yang kini menggunakan 100% listrik terbarukan.
Lebih lanjut, dalam hal sirkularitas kemasan, sebanyak 92,9% dari keseluruhan kemasan kini telah dirancang agar dapat didaur ulang. Bahkan, redesain kemasan Ferrero Rocher berhasil menghindari penggunaan sekitar 16.000 ton plastik sejak September 2021.
Sebagai pelengkap komitmen, perusahaan turut mengembangkan Ferrero Nutrition Criteria berbasis sains demi mengarahkan inovasi produk. Kebijakan internal ini juga dibarengi dengan pembaruan prinsip pemasaran guna memperkuat praktik komunikasi yang bertanggung jawab.
Terakhir, dari aspek sumber daya manusia, Ferrero sukses menggelar pelatihan inklusi yang menjangkau 61 negara. Program sosial Joy of Moving juga merayakan hari jadinya yang ke-20 dengan berhasil menjangkau jutaan anak di seluruh dunia.
SF-Admin

