markettrack.id – Penipuan digital di Indonesia telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan. Laporan menunjukkan bahwa 65% warga Indonesia pernah menjadi target penipuan setiap minggunya.

    Ancaman ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga mengikis kepercayaan terhadap ekosistem digital. Karena penipuan sudah menjadi masalah sistemik, respons kolektif yang kuat sangat dibutuhkan.

    Menanggapi situasi ini, Indosat Ooredoo Hutchison dan Mastercard mengambil langkah strategis dengan meluncurkan Global Anti-Scam Alliance (GASA) Indonesia Chapter.

    Inisiatif ini merupakan wujud komitmen mereka untuk melindungi konsumen dan membangun ekosistem digital yang aman.

    Kehadiran GASA di Indonesia menjadi yang kedua di Asia Tenggara, setelah peluncuran GASA Singapura tahun lalu.

    GASA adalah organisasi nirlaba global yang menyatukan berbagai pihak untuk melawan penipuan online. Mereka bekerja sama melalui kolaborasi, edukasi, dan penelitian.

    Dengan tema “Membangun Kepercayaan, Memungkinkan Pertumbuhan,” GASA Indonesia Chapter akan memimpin koalisi lintas sektor.

    Tujuannya adalah membangun front persatuan yang solid melawan penipuan, sehingga dapat memperkuat kepercayaan dan keamanan digital.

    GASA Indonesia Chapter dipimpin oleh Indosat sebagai ketua, serta Mastercard dan AFTECH sebagai wakil ketua. Koalisi ini juga melibatkan organisasi terkemuka seperti DANA, Google, dan Meta. Sinergi ini akan menjadi kekuatan utama dalam menghadapi penipuan digital yang semakin canggih.

    Misi utama GASA adalah membangun koalisi sektor swasta. Mereka akan bekerja sama dengan pemerintah, seperti Kementerian Komunikasi dan Digital dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    Kolaborasi ini memastikan adanya sinergi yang kuat antara sektor publik dan swasta. Tujuannya adalah menciptakan strategi yang komprehensif dan efektif dalam melawan penipuan digital.

    Menurut Friderica Widyasari Dewi dari OJK, GASA Indonesia Chapter selaras dengan misi Indonesia Anti-Scam Center (IASC).

    Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antar pemangku kepentingan untuk melindungi konsumen. Dengan mengurangi penipuan, kepercayaan publik akan meningkat. Hal ini memungkinkan ekonomi digital Indonesia untuk terus tumbuh secara aman dan inklusif.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply