markettrack.id – Perkembangan artificial intelligence (AI) saat ini telah memberikan dampak signifikan bagi pelaku bisnis, termasuk industri kecil dan menengah (IKM).

    Dengan jumlah pelaku IKM sebanyak 4,43 juta unit usaha, tentunya menjadi tugas Pemerintah untuk bersinergi dengan berbagai pihak dalam mengimplementasikan pemanfaatan AI ke lini bisnis yang dijalankan oleh IKM.

    Salah satu upaya yang dilakukan Kementerian Perindustrian adalah melalui kerjasama dengan PT Media Wave Interaktif (MWX), sebuah platform penyedia layanan berbagai perangkat AI untuk kebutuhan bisnis pelaku usaha.

    Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dalam keterangannya menyampaikan, “Di tengah arus perubahan teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) menjadi salah satu pilar utama yang mendorong efisiensi, inovasi, dan daya saing khususnya sektor industri.”

    AI atau kecerdasan buatan, lanjut Menperin, tidak hanya membantu otomatisasi proses, tetapi juga menghadirkan kemampuan analisis data yang cepat dan akurat, serta membuka peluang baru dalam pengambilan keputusan berbasis informasi.

    “Dalam konteks industri, penerapan AI dapat meningkatkan produktivitas, mengoptimalkan rantai pasok, serta menciptakan produk dan layanan yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar,” ungkap Menperin.

    Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka, Reni Yanita, mengatakan bila penerapan AI diharapkan dapat meningkatkan pendapatan bagi IKM.

    “Menurut Amazon Web Services (AWS) & Strand Partners di Indonesia, dari perusahaan yang telah mengadopsi AI, 59% melaporkan peningkatan pendapatan dengan rata-rata sampai 16%,” terang Reni dalam sambutannya pada acara Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktorat Jenderal IKMA dengan MWX yang dilaksanakan pada acara Workshop Pemanfaatan AI untuk IKM di Kota Bogor, Jum’at (14/11).

    Reni mengungkapkan bila di balik peluang pemanfaatan AI tersebut, IKM juga dihadapkan pada tantangan mulai dari aspek kesiapan SDM, etika dan regulasi, transformasi budaya kerja, serta keamanan data dan informasi.

    “Oleh karena itu, selain mendorong adopsi teknologi cerdas, kita juga harus menegakkan pedoman keamanan siber yang kuat dan berkelanjutan. Keamanan siber bukan lagi pilihan, tetapi sebuah keharusan strategis untuk memastikan keandalan sistem dan kepercayaan publik. Implementasi cybersecurity framework, penguatan literasi digital, serta pengawasan terhadap tata kelola data perlu berjalan seiring dengan inovasi teknologi,” terangnya.

    Kerjasama antara Ditjen IKMA dan MediaWave dalam mendorong penggunaan AI bagi IKM, lanjut Reni, adalah titik awal Kemenperin untuk dapat melangkah lebih jauh pada inisiatif Making Indonesia 4.0 melalui penerapan kecerdasan buatan bagi IKM, sehingga pelaku industri khususnya IKM semakin familiar menggunakan teknologi digital dalam proses bisnisnya.

    “Kami optimis melalui kerjasama ini, dapat menjadi langkah dalam menjemput potensi pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas IKM di Indonesia,” tutupnya.

    Founder dan CEO MWX, Yose Rizal, mengungkapkan jika saat ini pihaknya telah melatih dan mengintegrasikan ribuan UMKM termasuk IKM ke dalam platform MWX. “Kami harap kemitraan strategis dengan Kemenperin ini akan mempercepat perluasan adopsi ke puluhan ribu pelaku IKM binaan.”

    “Target kami kedepannya adalah mendorong puluhan ribu pelaku usaha sektor manufaktur untuk memanfaatkan teknologi AI agar produktivitas usahanya lebih efisien, kompetitif, dan lebih mudah berkembang,” tambahnya.

    “Marketplace AI MWX dirancang khusus untuk membantu pelaku IKM menghemat waktu, tenaga, dan biaya melalui tools AI yang siap pakai, mulai dari pembuatan konten pemasaran otomatis, perencanaan bisnis, otomasi laporan keuangan, otomasi keamanan siber dan kebutuhan legal perusahaan, hingga riset pengembangan produk,” jelasnya.

    Yose menambahkan, bila berdasarkan riset yang pihaknya lakukan, bahwa AI dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dengan 2-5 kali lebih cepat, dengan biaya yang lebih rendah.

    Didapatkan pula hasil yang menunjukkan masih terdapatnya kesenjangan teknologi pada 90% pelaku UMKM global yang belum memiliki akses terhadap tools AI, adanya keterbatasan sumber daya yang dialokasikan untuk penggunaan teknologi, keterlambatan transformasi digital, hingga masih ditemukannya hambatan dalam proses pengadopsian tools AI oleh UMKM.

    “Kolaborasi antara Kemenperin dan MWX ini kami harap mampu membantu pelaku IKM dalam melakukan adaptasi dan adopsi penggunaan AI pada lini bisnisnya, sehingga mampu menjawab tantangan persaingan bisnis saat ini,” tutupnya.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply