markettrack.id – Sarawak dengan sukses membawa kekayaan budaya, ekowisata, dan potensi investasinya ke Singapura melalui perhelatan perdana Sarawak Mega Fair 2025.

    Acara empat hari yang berlangsung di Suntec Singapore dari 16 hingga 19 Oktober 2025 ini secara efektif menampilkan citarasa Borneo kepada khalayak regional.

    Ajang ini berfungsi sebagai platform regional unggulan untuk memperkuat citra Sarawak sebagai destinasi otentik, hijau, dan terhubung secara global, sambil menjunjung tinggi harmoni multikultural dan kelestarian ekologi sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) PBB.

    Pameran Mega Sarawak 2025 yang bertema “Experience Sarawak: Borneo’s Hidden Gem” ini dirancang untuk memperdalam keterlibatan dengan Singapura melalui kolaborasi yang bermakna.

    Menteri Pariwisata, Industri Kreatif dan Seni Persembahan Sarawak, YB Dato Sri Haji Abdul Karim Rahman Hamzah, menegaskan bahwa pariwisata di Sarawak adalah sebuah janji untuk melindungi yang sakral, mengangkat yang sering terabaikan, dan menyeimbangkan keindahan dengan yang esensial.

    Beliau juga menyoroti bahwa Kuching telah diakui sebagai Kota Kreatif Gastronomi UNESCO, di mana makanan menceritakan kisah masyarakatnya dan hubungan leluhur mereka dengan tanah dan identitas.

    Acara ini secara khusus menyoroti penawaran yang kaya di bidang pariwisata, perdagangan, makanan, budaya, dan ekonomi kreatif, memposisikan Sarawak sebagai destinasi bernilai tinggi dan berkelanjutan menjelang Tahun Melawat Malaysia 2026.

    Pameran ini turut menampilkan kemajuan Sarawak di bawah Strategi Pembangunan Pasca-COVID-19 2030 (PCDS 2030), di mana pariwisata berperan penting dalam mendorong pertumbuhan inklusif dan berkelanjutan.

    Tujuan dan Fokus Utama Pameran

    Sarawak Mega Fair 2025 diselenggarakan bersama oleh Sarawak Trade and Tourism Office Singapore (STATOS) dan pemerintah negara bagian, dengan dukungan strategis dari Kementerian Pariwisata, Industri Kreatif dan Seni Persembahan.

    Acara ini menyajikan pameran, pertunjukan budaya, demonstrasi kuliner, jejaring perdagangan, dan konferensi bisnis tingkat tinggi. Dengan menampilkan lebih dari 50 booth, pameran ini menonjolkan gastronomi, seni, kerajinan, dan pertunjukan budaya Sarawak.

    Puncak acara ini adalah program berfokus pada pariwisata yang diadakan pada hari Jumat, 17 Oktober 2025, yang memperkuat posisi Sarawak sebagai Permata Tersembunyi Borneo dan mengukuhkan kemitraan lintas batas menjelang Tahun Melawat Malaysia 2026.

    Menteri kembali menambahkan bahwa komitmen pemerintah Sarawak jelas, yaitu pariwisata harus melayani lingkungan dan masyarakatnya, serta berlandaskan pada keselarasan global dengan SDGs, Tahun Melawat Malaysia 2026, dan visi ASEAN bersama untuk wilayah yang tangguh, inklusif, dan makmur.

    Pameran ini menandai langkah kunci dalam mempererat hubungan dengan Singapura dan mendorong pariwisata, mengundang kawasan tersebut untuk mengalami jantung Sarawak, permata tersembunyi Borneo.

    SF-Admin

    Share.
    Leave A Reply