markettrack.id – Sarawak kini sedang bersiap untuk mengguncang panggung pariwisata internasional melalui partisipasi besar di ajang ITB Berlin 2026.
Momentum ini menjadi langkah strategis untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Borneo kepada para pelaku industri perjalanan dari seluruh penjuru dunia.
Kehadiran Sarawak di pameran perdagangan perjalanan terbesar dunia ini bertujuan untuk memperkuat posisi mereka di pasar jarak jauh, khususnya Eropa.
Hal tersebut sangat krusial mengingat Malaysia tengah bersiap menyongsong kampanye akbar Visit Malaysia Year 2026.
Pemerintah Sarawak ingin memastikan bahwa negara bagian ini menjadi destinasi utama bagi pelancong yang mencari pengalaman wisata berkelanjutan.
Fokus utama kali ini adalah menonjolkan narasi warisan sejarah dan rute sungai yang menjadi urat nadi kehidupan masyarakat setempat.
Melalui tema “Journey Unveiled: Redefining River Routes to Storied Lands”, Sarawak memperkenalkan portofolio pengalaman yang mendalam bagi wisatawan global.
Konsep ini dirancang untuk mendefinisikan ulang cara dunia melihat keaslian budaya dan kedalaman cerita rakyat yang ada di tanah Borneo.
Delegasi dari Sarawak dipimpin langsung oleh Wakil Menteri Pariwisata, Industri Kreatif, dan Seni Pertunjukan Sarawak, Datuk Sebastian Ting Chiew Yew.
Kehadiran jajaran kepemimpinan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah dalam membangun hubungan jangka panjang dengan mitra dagang internasional.
Datuk Sebastian Ting Chiew Yew menegaskan bahwa partisipasi dalam ITB Berlin bukan sekadar untuk meningkatkan visibilitas semata.
Tujuan utamanya adalah membangun kepercayaan pasar dan mempererat kemitraan strategis dengan para pelaku industri di Benua Biru.
Pasar Eropa tetap menjadi fokus penting karena jumlah kunjungan wisatawan dari kawasan tersebut terus menunjukkan tren positif setiap tahunnya.
Pada tahun 2025, tercatat ada 57.107 wisatawan Eropa yang berkunjung ke Sarawak, termasuk lebih dari 7.500 turis dari Jerman.
ITB Berlin yang menarik lebih dari 100.000 pengunjung menjadi panggung tepat untuk menjangkau pasar Inggris, negara-negara Nordik, hingga wilayah Benelux.
Sarawak mengandalkan pilar pariwisata CANFF yang mencakup elemen Budaya, Petualangan, Alam, Makanan, dan Festival.
Melalui berbagai pertemuan bisnis dan sesi pengarahan destinasi, Sarawak optimis dapat memperluas distribusi produk wisata mereka.
Langkah agresif ini dilakukan demi mendukung target nasional Malaysia untuk mencapai 43 juta kunjungan wisatawan internasional pada tahun 2026.
SF-Admin


